Jangan Salah Pilih! Ini Cara Menentukan Oli yang Tepat untuk Motor Honda

oleh -11 Dilihat
Kenali tanda oli harus diganti serta cara memilih oli motor berdasarkan kode JASO, SAE, dan API agar mesin tetap prima.
Kenali tanda oli harus diganti serta cara memilih oli motor berdasarkan kode JASO, SAE, dan API agar mesin tetap prima.

LIPUTAN BANDUNG – Bagi pemilik sepeda motor Honda, menjaga performa mesin tetap prima merupakan hal penting agar mobilitas harian tetap lancar. Salah satu langkah perawatan utama yang tidak boleh diabaikan adalah melakukan penggantian oli mesin secara rutin.

Technical Training Facilitator PT Daya Adicipta Motora, Jamroni menjelaskan, “Penggantian oli secara teratur sangat dianjurkan. Selain berfungsi melumasi komponen mesin untuk mengurangi gesekan, oli juga memiliki peran penting dalam melindungi komponen internal agar lebih awet dan bekerja optimal.”

“Oli mesin juga berfungsi sebagai pendingin untuk menjaga suhu kerja mesin tetap ideal, membantu membersihkan sisa pembakaran, serta mengisi celah antara piston dan silinder guna mencegah kebocoran kompresi,” ujar Jamroni.

Baca Juga: Honda Ramadhan Exhibition 2026 di Bogor, Promo PCX160 dan Vario 160 Bikin Ngiler

Perlu diingat, kualitas dan volume oli akan menurun seiring pemakaian. Oleh karena itu, penggantian oli tidak hanya mengacu pada Jadwal Perawatan Berkala di Buku Pedoman Pemilik, tetapi juga perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebiasaan berkendara.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli, dan jenis oli apa yang sesuai dengan kebutuhan sepeda motor Anda?

Masih banyak pengguna sepeda motor yang menentukan waktu penggantian oli mesin hanya berdasarkan jarak tempuh. Padahal, kondisi keausan mesin, karakter jalan, serta frekuensi pemakaian sangat mempengaruhi kualitas oli. Oleh karena itu, penting bagi pengendara untuk mengenali tanda-tanda oli perlu diganti agar performa mesin tetap optimal.

Berikut beberapa indikator yang dapat menjadi panduan menentukan waktu penggantian oli:
Suara Mesin Terasa Lebih Kasar
Seiring pemakaian, kualitas dan daya lumas oli akan menurun. Salah satu dampaknya adalah suara mesin terdengar lebih kasar. Hal ini dapat terjadi karena kekentalan oli berkurang sehingga kemampuan meredam gesekan antar komponen mesin menjadi menurun.

Warna Oli Menghitam & Volume Berkurang
Lakukan pemeriksaan oli secara berkala melalui dipstick. Jika warna oli terlihat hitam pekat dan volumenya berkurang, segeralah lakukan penggantian. Perlu dipahami, warna hitam menandakan aditif deterjen pada oli bekerja membersihkan kerak dan sisa pembakaran. Namun, jika dibiarkan terlalu lama, kemampuan pelumasannya akan menurun.
Suhu Mesin Lebih Cepat Panas
Menurunnya kualitas oli dapat mengurangi fungsi pendinginan, sehingga mesin tidak bekerja pada suhu ideal dan lebih cepat panas. Jika kondisi ini terjadi, segera lakukan penggantian oli agar mesin tetap terlindungi dan bekerja optimal.

Memilih oli yang tepat memerlukan pemahaman terhadap tiga kode utama pada kemasan oli, yaitu JASO, SAE, dan API. Cara terbaik untuk memastikan kesesuaian spesifikasi adalah dengan selalu merujuk pada Buku Pedoman Pemilik kendaraan. Berikut panduan praktis dalam memilih oli motor:

Baca Juga: Mudik Gratis Bersama Honda 2026 Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

1. Sesuaikan dengan Jenis Transmisi (Kode JASO)
Kode JASO (Japanese Automotive Standards Organization) membantu menentukan apakah oli diperuntukkan bagi motor dengan kopling basah atau kopling kering.
– JASO MA: Digunakan untuk motor dengan kopling basah seperti motor Cub dan Sport. Oli ini mengandung aditif gesekan yang membantu mencegah kopling selip.
– JASO MB: Dirancang khusus untuk motor matic dengan kopling kering. Memiliki karakter gesekan rendah yang mendukung efisiensi bahan bakar lebih baik.

2. Pilih Tingkat Kekentalan Oli yang Sesuai (Kode SAE)
Kode SAE (Society of Automotive Engineers) menunjukkan tingkat viskositas atau kekentalan oli pada suhu dingin dan panas.
– SAE 10W-30: Lebih encer, cocok untuk penggunaan harian di area perkotaan serta motor Honda generasi terbaru yang mengutamakan efisiensi bahan bakar.
– SAE 10W-40: Lebih kental saat suhu panas, memberikan lapisan pelumas lebih tebal. Cocok untuk motor yang sering membawa beban berat, perjalanan jauh, atau mesin yang sudah berumur agar suara mesin lebih halus dan pelumasan lebih maksimal.

Baca Juga: Cara Mengatur Jam Digital di Panel Meter Honda Scoopy dengan Mudah

3. Perhatikan Standar Kualitas (Kode API)
Kode API (American Petroleum Institute) menunjukkan tingkat teknologi perlindungan oli.
Ditandai dengan dua huruf, misalnya API SH, SJ, atau SL. Semakin jauh huruf kedua dalam urutan alfabet, semakin tinggi teknologi perlindungan yang diberikan.

4. Pilih Jenis Bahan Dasar Oli
Sebagai pabrikan Honda, PT Astra Honda Motor menyediakan dua jenis oli berdasarkan bahan dasar, yaitu MPX (mineral) dan SPX (full synthetic).
Tipe MPX (Mineral) – Fokus pada perlindungan standar yang ekonomis:
– MPX 1: Untuk motor kopling basah seperti Cub dan Sport.
– MPX 2: Diformulasikan khusus untuk motor matic (kopling kering).
Tipe SPX (Full Synthetic) – Dibuat dari bahan sintetis murni untuk performa lebih tinggi:
– SPX 1: Cocok untuk motor Cub & Sport yang sering digunakan untuk perjalanan jauh atau kebutuhan performa tinggi.
– SPX 2: Memberikan proteksi superior untuk motor matic agar mesin tetap dingin dan bertenaga saat mobilitas tinggi, seperti touring atau penggunaan intensif.

Menunda penggantian oli dapat berdampak serius, seperti mesin overheat, konsumsi bahan bakar lebih boros, hingga mempercepat keausan komponen mesin. Oleh karena itu, pastikan mengganti oli tepat waktu dan selalu gunakan AHM Oil di bengkel AHASS terdekat.

Manfaatkan juga layanan Booking Service atau Servis Kunjung untuk kemudahan perawatan tanpa perlu antre. Dengan penggantian oli yang tepat waktu, sepeda motor Honda Anda akan selalu siap digunakan kapan saja.