Bandung Gencarkan Program Imunisasi Kejar untuk Tekan Risiko Penularan Campak

oleh -13 Dilihat
ilustrasi penyakit campak
ilustrasi penyakit campak

LIPUTAN BANDUNG – Upaya meningkatkan perlindungan anak dari penyakit campak terus dilakukan melalui berbagai program kesehatan masyarakat. Salah satu langkah yang kini digencarkan adalah program imunisasi kejar atau catch-up campaign yang menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Program ini menjadi solusi bagi orang tua yang terlambat memberikan imunisasi kepada anaknya. Selama anak masih berada dalam rentang usia sasaran, imunisasi tetap dapat diberikan untuk melengkapi perlindungan terhadap virus campak.

Imunisasi Kejar Jadi Solusi Keterlambatan

Dalam pelaksanaannya, program imunisasi kejar dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan posyandu. Tenaga kesehatan bersama kader di tingkat wilayah turut membantu mendata anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Baca Juga: Sebelum Rilis di Indonesia, Film Ghost In The Cell karya Joko Anwar Sudah Dibeli oleh 86 Negara!

Langkah ini dinilai penting mengingat masih banyak anak yang belum mendapatkan imunisasi lanjutan sesuai jadwal.

Banyak orang tua yang mengira bahwa imunisasi hanya diperlukan sekali. Padahal, imunisasi lanjutan memiliki fungsi penting untuk memperkuat kekebalan tubuh terhadap virus.

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Edukasi

Dinas Kesehatan tidak bekerja sendiri dalam menjalankan program ini. Berbagai pihak dilibatkan, mulai dari aparat kecamatan hingga tokoh masyarakat di lingkungan warga.

Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi.

Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, diharapkan orang tua lebih memahami manfaat imunisasi dan tidak ragu untuk melengkapinya.

Penularan Campak Terjadi Melalui Udara

Campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular melalui udara. Virus dapat bertahan di udara selama beberapa waktu, sehingga risiko penularan tetap ada meskipun penderita sudah meninggalkan ruangan.

Baca Juga: Hindari Tertinggal Kereta! Boarding di Stasiun Bandung dan Kiaracondong Ditutup 5 Menit Sebelum Berangkat

Karena itu, isolasi mandiri menjadi salah satu langkah penting ketika seseorang diduga terinfeksi campak.

Selama masa isolasi, penderita dianjurkan menggunakan masker serta membatasi kontak dengan orang lain.

Pentingnya Pemeriksaan Sejak Dini

Masyarakat juga diminta untuk segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi.

Jangan menunggu hingga muncul ruam merah pada kulit. Deteksi dini sangat membantu dalam mengendalikan penyebaran virus.

Dengan langkah cepat, penyebaran penyakit dapat diminimalkan dan risiko komplikasi dapat dicegah.

Target Kekebalan Kelompok

Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi minimal 95 persen untuk menciptakan kekebalan kelompok di masyarakat.

Ketika sebagian besar anak telah mendapatkan imunisasi, penyebaran virus akan semakin sulit terjadi.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa program imunisasi terus digencarkan secara berkala.