Sabtu, April 5, 2025
BerandaOLAHRAGAEmpat Atlet Bertalenta Khusus Indonesia Bersiap Menuju World Winter Games Turin 2025

Empat Atlet Bertalenta Khusus Indonesia Bersiap Menuju World Winter Games Turin 2025

LIPUTAN BANDUNG – Empat Atlet Bertalenta Khusus Indonesia Bersiap Menuju World Winter Games Turin 2025

Empat atlet dari Spesial Olympic Indonesia (SOina) sedang mempersiapkan diri untuk berkompetisi di World Winter Games yang akan digelar di Turin, Italia, pada 8 hingga 16 Maret 2025. Keempat atlet yang akan mewakili Indonesia di ajang bergengsi ini adalah Anastasia Aresyenan Bwariat, M. Aden Aryadippa (DKI), Daven Harrison (Jawa Tengah), dan Siti Naswa (Kalimantan Selatan).

Delegasi Indonesia dijadwalkan berangkat menuju Turin pada 6 Maret 2025, dengan tim yang dipimpin oleh Kepala Delegasi, Mugaera Johar. Sebelum keberangkatan, para atlet telah menjalani pelatihan intensif di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, dari tanggal 19 Februari hingga 5 Maret 2025.

Tim Indonesia yang dilatih oleh Eva Susanti, pelatih kepala, telah mempersiapkan para atlet untuk berlaga di tujuh nomor cabang olahraga dance sport. Nomor-nomor yang akan dipertandingkan meliputi single pria, single wanita, double wanita, dan grup campuran yang terdiri dari dua atlet pria dan dua atlet wanita.

Menurut Eva, kompetisi dalam cabang dance sport akan dinilai berdasarkan pengaturan teater di atas panggung berukuran 8 x 8 meter, di mana para atlet akan menampilkan kemampuannya di depan juri.

“World Winter Games di Turin 2025 akan diikuti oleh sekitar 1.500 atlet bertalenta khusus dari 102 negara, yang akan berlaga dalam 8 cabang olahraga. Cabang-cabang tersebut antara lain alpine skiing, cross-country skiing, dance sport, figure skating, floorball, snowboarding, snowshoeing, short track speed skating, dan MATP,” kata Eva.

Ketua Umum PP SOina, Warsito Ellwein, menambahkan bahwa ajang ini menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan kebanggaan Indonesia ke dunia. Selain semangat untuk meraih kemenangan, Warsito menegaskan bahwa hal yang lebih penting adalah menunjukkan semangat kebersamaan atau “guyub” dalam masyarakat Indonesia, serta memberikan ruang sosial bagi anak-anak bertalenta khusus untuk berkembang.

“Mereka bukan hanya mewakili diri mereka sendiri, tetapi juga mewakili jutaan anak bertalenta khusus di Indonesia. Kami berharap setelah ajang di Turin, para atlet dapat terus menjaga kemandirian mereka. Pelatnas ini juga merupakan kesempatan bagi anak-anak difabel intelektual untuk belajar mengatur diri mereka sendiri dan tidak selalu bergantung pada pelatih atau staf,” tambah Warsito.

RELATED ARTICLES

Most Popular