LIPUTAN BANDUNG – General Manager Wilayah Telkom Bandung, Ferry Zuljanna menerima kunjungan Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi di Telkom Indonesia, Graha Merah Putih Bandung untuk mengolaborasikan dua dari lima quick win Kemendukbangga/BKKBN, (13/03/2025).
Ada lima quick win yang akan dikejar di periode ini, sebagaimana disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.
Dua diantaranya kami harapkan bisa dikolaborasikan dengan Telkom,” ucap Dadi saat menyampaikan maksud tandangnya ke Telkom.
Kedua quick win tersebut adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).
Baca juga: Telkom Witel Bandung Selenggarakan Pelatihan Teknikal Skill dan Digital Marketing bagi UMKM
Untuk keduanya, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat telah memiliki kader penggerak di lapangan, yaitu Tim Pendamping Keluarga (TPK).
TPK merupakan kader sukarelawan yang telah melakukan pendampingan bagi calon pengantin, ibu hamil dan ibu baduta.
Di Jawa Barat, jumlahnya 111.552 orang yang tersebar di seluruh pelosok desa di 627 kecamatan.
Selain itu, untuk memastikan sasarannya tepat, Kemendukbangga/BKKBN juga telah mengantongi data by name by address dari Keluarga Risiko Stunting (KRS).
Dari ketersediaan data tersebut nantinya diharapkan bisa diintegrasikan dengan Aplikasi Stunting Hub yang dikembangkan Telkom dari akhir tahun 2024 dalam bentuk dashboard yang lebih mudah dimonitor.
Baca juga: Telkom Bandung Hadiri Acara Silaturahmi PHRI Sumedang untuk Perkuat Kolaborasi Pariwisata
“Dashboard sangat penting sebagai acuan data. Agar jika kita atau orang tua asuh memberikan bantuan itu sudah jelas di mana alamat sasarannya, anaknya yang mana, bagaimana pemantauan tumbuh kembangnya,” tambah Dadi.
Harapan tersebut disambut baik oleh pihak Telkom melalui Manager Government Service, Rizki Puspitasari dan Herawan (Manager Sistem Informasi, SRC Telkom).
“Telkom saat ini sudah beralih ke digital connectivity. Telkom InsyaAllah siap berkolaborasi. Apa yang Kemendukbangga/BKKBN butuhkan akan kita siapkan,” tutur Rizki.