LIPUTAN BANDUNG – Volume Angkutan Lebaran 2025 Hari Ke-6, KAI Commuter Wilayah 2 Bandung Telah Layani 318 Ribu Lebih Pengguna Stasiun Bandung dan CIkarang Sebagai Stasiun Teramai
Masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2025 telah dimulai pada 21 Maret – 11 April 2025. Dalam masa tersebut, untuk mengakomodasi pengguna yang akan mudik dan beraktivitas, KAI Commuter mengoperasikan 58 jadwal perjalanan Commuter Line di Wilayah 2 Bandung setiap harinya, dengan tujuan ke daerah Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, serta Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menyampaikan bahwa optimalisasi perjalanan Commuter Line di wilayah 2 Bandung ini adalah sebagai antisipasi dari hasil survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub terkait Pergerakan Pemudik pada Lebaran Tahun 2025. Dalam survei tersebut, Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi tujuan utama pemudik yang diprediksi sebanyak 30,9 juta orang atau 21,1% dari total pemudik.
Baca Juga: KAI Bandara Hadirkan Layanan Nyaman dan Sehat bagi Penumpang di Masa Angkutan Lebaran 2025
“Hingga hari ke-6 pelaksanaan Angleb (21-26/3), KAI Commuter Wilayah 2 Bandung mencatat volume pengguna sebanyak 318.145 orang, atau lebih tinggi 19% jika dibanding periode yang sama pada masa Angleb tahun 2024 kemarin yaitu sebanyak 267.682 orang. Angka tersebut telah mencapai 26% dari total prediksi volume pengguna selama masa Angleb 2025,” jelas Joni. “Sedangkan prediksi total pengguna Commuter Line di Wilayah 2 Bandung pada masa Angleb 2025 ini sebanyak 1.245.456 orang,” tambahnya.
Joni juga menambahkan bahwa prediksi volume pengguna tersebut lebih besar 6% jika dibandingkan dengan capaian volume pengguna pada masa Angleb tahun lalu.
KAI Commuter Wilayah 2 juga memprediksi puncak pengguna mudik terjadi pada Minggu, 30 Maret esok dengan proyeksi pengguna sebanyak 71.682 orang.
Baca Juga: KAI Bandara Prediksi Lonjakan Penumpang Sebesar 11,10 Persen pada Musim Lebaran 2025
Sementara itu, Stasiun Bandung menjadi stasiun pemberangkatan dan kedatatangan dengan volume tertinggi selama 6 hari masa Angleb, yaitu tercatat masing-masing sebanyak 50.514 orang dan 55.999 orang.
Disusul Stasiun Cikarang dengan total pengguna sebanyak 35.738 orang yang naik dan sebanyak 33.849 orang yang turun di stasiun tersebut.
Stasiun Cikarang yang terkoneksi dengan Commuter Line Jabodetabek melayani pengguna Commuter Line Walahar dan Commuter Line Jatiluhur menuju Jawa Barat dan sekitarnya.
Dengan adanya Konektifitas ini dapat memberikan kemudahan masyarakat untuk melanjutkan perjalanan dengan kereta menuju bandara, halte ataupun terminal.
Untuk meningkatkan pelayanan pada masa Angkutan Lebaran ini, KAI Commuter Wilayah 2 Bandung telah menyiagakan total sebanyak 453 petugas frontliner yang terdiri dari petugas pelayanan dan pengamanan. Selain itu, KAI Commuter juga menambah fasilitas-fasilitas layanan di area stasiun.
Baca Juga: KAI Properti Selenggarakan Serangkaian Kegiatan TJSL di Bulan Ramadhan
Fasilitas layanan seperti penambahan kursi dan tenda untuk menunggu pengguna, pemasangan signage, penghijauan, serta tematik stasiun untuk menambah kenyamanan, serta penambahan fasilitas air minum gratis dan perapihan fasilitas lainnya seperti musala dan toilet.
Joni juga mengimbau bagi yang akan melakukan perjalanan menggunakan Commuter Line di wilayah Bandung dan sekitarnya agar merencanakan perjalanan sejak awal dengan melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI.
Pemesanan lewat aplikasi tersebut sudah bisa dilakukan mulai 7 hari sebelum jadwal keberangkatan.
Selama menggunakan perjalanan Commuter Line, diharapkan untuk tetap mematuhi peraturan yang berlaku, menjaga dan mengawasi buah hati.
Sebelum keberangkatan, pengguna yang akan melakukan perjalanan diharapkan menyiapkan kartu identitas asli pada saat boarding untuk mempercepat proses pengecekan tiket keberangkatan keretanya.
“Dengan penambahan operasional layanan ini, diharapkan pengguna yang akan mudik berlebaran ataupun berwisata menggunakan Commuter Line dapat mudik dengan tenang dan menyenangkan,” tutup Joni Martinus.