LIPUTAN BANDUNG– Insiden tawuran antar pelajar kembali terjadi di Kota Bandung dan berujung tragis. Seorang siswa dari SMAN 5 Bandung dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terlibat dalam bentrokan dengan pelajar dari SMAN 2 Bandung.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Cihampelas pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari.
Kejadian ini menjadi perhatian publik setelah informasi serta video kejadian tersebut menyebar luas di media sosial.
Kapolsek Coblong Kompol Riki Erickson mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa pengeroyokan yang melibatkan pelajar dari dua sekolah tersebut.
Baca Juga: Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Fokus Tingkatkan Keselamatan Perjalanan Kereta Api
Menurutnya, dugaan sementara insiden tersebut merupakan aksi tawuran yang kemudian berujung pada pengeroyokan terhadap salah satu korban.
“Dugaan sementara merupakan pengeroyokan yang melibatkan pelajar dari SMAN 5 Bandung dan SMAN 2 Bandung,” kata Riki.
Akibat kejadian tersebut, satu orang siswa dari SMAN 5 Bandung dilaporkan meninggal dunia.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Jumat (13/3) malam hingga Sabtu (14/3) dini hari.
Korban kemudian dievakuasi oleh petugas dan dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
“Korban meninggal dunia merupakan pelajar dari SMAN 5 Bandung,” ujarnya.
Saat ini penanganan kasus tersebut telah ditangani oleh Polrestabes Bandung yang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian.
Polisi juga tengah mengumpulkan berbagai keterangan serta bukti guna mengetahui pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Sementara itu, rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria yang tergeletak di pinggir Jalan Cihampelas.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @bagasinetwork dan langsung viral serta menuai berbagai reaksi dari warganet.
Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pria berada di pinggir jalan dengan kondisi tergeletak, yang diduga merupakan korban dari aksi tawuran pelajar tersebut.
Polisi kini juga tengah menelusuri keaslian serta keterkaitan video tersebut dengan kejadian yang menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia.
Kasus tawuran pelajar ini kembali menjadi perhatian serius karena melibatkan siswa sekolah menengah atas.
Berbagai pihak berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan pengawasan terhadap para pelajar.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan proses penanganan kasus kepada aparat berwenang.





