Kamis, April 3, 2025
BerandaBANDUNG RAYAImplementasi Fastabiqul Khairat ala MI Baiturrahim, Libatkan Banyak Pihak dalam Kegiatan Positif...

Implementasi Fastabiqul Khairat ala MI Baiturrahim, Libatkan Banyak Pihak dalam Kegiatan Positif Sambut Lailatul Qadar

LIPUTAN BANDUNG – Fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan menjadi kalimat yang tepat menggambarkan kegiatan positif yang dilaksanakan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baiturrahim pada Jumat 21 Maret 2025.

Apalagi pada momen bulan suci Ramadan, sekolah yang fokus pada bidang pendidikan keagamaan ini kian gencar melaksanakan kegiatan Islami demi memperkuat keimanan seluruh warganya.

Pada 10 malam terakhir bulan Ramadan kali ini misalnya, pihak yayasan, guru serta orang tua siswa MI Baiturrahim yang disebut Mommy KorLas (Mola) menggelar kegiatan bakti sosial (baksos), malam bina iman dan taqwa (Mabit) hingga wisuda tahfidz Quran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra, M. Ronny mewakili Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Penasehat Yayasan MI Baiturrahim, Asep Sopandi, Ketua Yayasan MI Baiturrahim, Dian Hidayati, jajaran guru serta orang tua siswa.

Mengawali kegiatan, jajaran Yayasan MI Baiturrahim membagikan 168 paket dan 120 bingkisan kepada anak yatim piatu dan dhuafa di lingkungan MI Baiturrahim di Jalan Ibu Ganirah No.13, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jumat 21 Maret 2025.

Ketua Yayasan Baiturrahim Cibeber, Dian Hidayati mengatakan, hari ini Yayasan Baiturrahim kembali melaksanakan kegiatan bakti sosial untuk kelima kali.

“Bantuan berupa paket ini disalurkan kepada siswa MI Baiturrahim yang tidak mampu, seperti yatim piatu dan warga sekitar dengan total bantuan sebanyak 168 paket ditambah 120 bingkisan,” kata Dian.

Dian menjelaskan, pihaknya sudah dua kali mendapatkan bantuan dari Pemkot Cimahi. Tak cuma itu, bantuan untuk kegiatan bakti sosial ini pun berasal dari sumbangan para orang tua siswa, siswa MI Baiturrahim, para guru dan pihak ketiga.

“Alhamdulillah bantuan yang kami salurkan merupakan uluran tangan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mendukung kegiatan sosial di MI Baiturrahim,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan keimanan di 10 malam terakhir bulan Ramadan. Sekaligus kembali mencetak para penghafal Al Quran.

Selain itu, program MI Baiturrahim ini senada dengan program Cimahi Mantap yang digaungkan Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana-Adhitia Yudhistira dimana pihaknya membantu pemerintah kota untuk memsejahterakan warga.

“Program edukasi di MI Baiturrahim ini lebih banyak dalam pendidikan agama. Misalnya, dengan mengadakan kegiatan Mabit dimana para siswa diarahkan dan diajak untuk beraktivitas di masjid semalaman,” ujarnya.

“Dalam kegiatan itu nilai-nilai keagamaan para siswa ditingkatkan untuk memperkuat pondasi keimanan mereka. Termasuk para guru,” sambungnya.

Sementara untuk kegiatan bakti sosial, ungkap Dian, bertujuan agar anak-anak bisa lebih peka dan peduli terhadap sesama.

Dengan begitu, jiwa sosial mereka akan tumbuh subur beriringan dengan nilai-nilai kebaikan dalam dirinya masing-masing.

“Kami juga berencana mengadakan kegiatan khitanan massal untuk melanjutkan program pendahulu kami. Mohon doanya agar semua berjalan lancar,” tandasnya.

Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra, M. Ronny mengatakan, kegiatan keagamaan pada bulan Ramadan di Kota Cimahi semakin meningkat, salah satunya seperti yang dilaksanakan di MI Baiturrahim.

Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan salah satu visi Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi baru, yakni Agamis yang akronim dari visi Cimahi Mantap.

“Kami sangat mengapresiasi setiap kegiatan sosial yang dilaksanakan MI Baiturrahim untuk membantu masyarakat yang tidak mampu,” tuturnya.

Oleh karena itu, sebut Ronny, untuk meningkatkan nilai-nilai religius di wilayahnya, Pemkot Cimahi bakal mempersiapkan regulasi terutama Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) agar bisa diwadahi.

Sehingga, bisa sejajar dengan sekolah-sekolah negeri yang notabene anggarannya ditangani pemerintah.

“Sementara untuk MI regulasinya sedang disusun agar ke depan bisa masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi,” sebutnya.***

RELATED ARTICLES

Most Popular