Dari Ruang Keluarga ke Meja Hakim: Buku Mantan Wakil Jaksa Agung Buka Wawasan Baru tentang Integritas Hukum

oleh -11 Dilihat

LIPUTAN BANDUNG – Ketika pembahasan tentang integritas aparat penegak hukum selalu terasa terjebak pada perdebatan soal regulasi ketat dan sistem pengawasan institusional, sebuah pandangan segar muncul untuk menggeser fokus diskursus, kembali ke akar pangkal kehidupan setiap individu, yakni rumah tangga.

Mantan Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi, melalui karyanya berjudul Dari Rumah ke Penegakan Hukum: Peran Keluarga dalam Pengawasan dan Pembentukan Integritas Jaksa, membawa angin segar dalam khasanah literatur hukum Indonesia.

Buku yang diterbitkan oleh Intelegensia Media pada awal Desember 2025 (cetakan pertama, 156 halaman) berhasil mengubah peta pembahasan yang selama ini hanya terpaku pada sisi struktural.

“Integritas bukanlah sesuatu yang tumbuh secara instan begitu seseorang mengenakan seragam lembaga. Ia adalah hasil proses panjang yang dimulai jauh sebelum itu, di lingkungan keluarga, di mana nilai-nilai dasar kehidupan ditanamkan seperti benih di tanah subur,” jelasnya dalam bagian pengantar buku.

Dengan pengalaman 38 tahun berkiprah di dunia penegakan hukum dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Keluarga Besar Purna Adhyaksa, ia menegaskan bahwa keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap orang. Di sinilah konsep kejujuran, rasa tanggung jawab, disiplin, dan pentingnya keteladanan mulai dipahami dan dijalankan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini tersebut kemudian menjadi pondasi yang tak terpisahkan ketika mereka menjalankan tugas sebagai jaksa yang harus bertanggung jawab kepada negara dan masyarakat luas.

Konsep Inovatif yang Menghubungkan Keluarga dengan Profesi

Salah satu sorotan utama dalam buku ini adalah diperkenalkannya Preventive Cognitive Family Mode, suatu pendekatan baru yang menggabungkan tiga dimensi: teori kognitif sosial, behaviorisme, dan sistem keluarga.

Melalui kerangka berpikir ini, Setia Untung yang juga merupakan alumnus doktoral Universitas Diponegoro menguraikan secara mendalam bagaimana pola asuh, dinamika antar anggota keluarga, serta proses pembelajaran nilai dan perilaku memiliki dampak signifikan terhadap pembentukan karakter berintegritas sejak masa kanak-kanak.

Konsep ini juga menempatkan keluarga bukan hanya sebagai ranah privat yang terisolasi, melainkan sebagai mitra strategis dalam upaya preventif menjaga mutu integritas aparat hukum. Bahkan, nilai-nilai yang dibangun di keluarga dihubungkan erat dengan prinsip dasar korps Adhyaksa seperti Tri Krama Adhyaksa dan Satya Adhi Wicaksana yang mengedepankan integritas, kebijaksanaan, dan tanggung jawab.

Tak hanya berisi analisis teoritis yang kokoh, buku ini juga diperkaya dengan refleksi pribadi penulis yang menjadi dasar empiris untuk memperkuat argumen tentang hubungan tak terpisahkan antara nilai keluarga dan nilai institusi penegak hukum.

Kontribusi Penting Bagi Khasanah Hukum

Intelegensia Media menilai bahwa buku ini memberikan kontribusi berharga karena berhasil memperluas wawasan tentang pengawasan integritas yang selama ini lebih banyak terfokus pada pendekatan struktural dan institusional.

Dengan memasukkan perspektif keluarga, pembahasan tentang integritas menjadi lebih preventif, menyentuh dimensi budaya, dan memiliki daya tahan yang berkelanjutan.

Di tengah gempuran tuntutan publik yang semakin tinggi akan transparansi dan profesionalisme di lembaga penegak hukum, buku ini menjadi pengingat bahwa integritas sejati bukan hanya dibangun di ruang kerja atau dalam institusi, tetapi ditanamkan jauh sebelum itu, tepatnya di dalam lingkaran terdekat di rumah.

Karya ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi para jaksa, akademisi, mahasiswa hukum, peneliti, serta pembuat kebijakan yang peduli dengan masa depan penegakan hukum di Indonesia.***