Jumat, April 4, 2025
BerandaJAWA BARATAtasi Banjir Karawang, Jabar Siap Bangun 1.000 Rumah Panggung

Atasi Banjir Karawang, Jabar Siap Bangun 1.000 Rumah Panggung

LIPUTAN BANDUNG – Atasi Banjir Karawang, Jabar Siap Bangun 1.000 Rumah Panggung, Dorong Kementerian PU Segera Bangun Bendungan Cibeet dan Cijurey

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berencana membangun rumah panggung sebagai solusi terhadap banjir yang kerap melanda Desa Karangligar, Kabupaten Karawang.

Banjir Karawang ini disebabkan oleh luapan Sungai Cibeet dan Cijurey saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: GRATIS! Link Live Streaming Persib Bandung vs Persik Kediri:Lengkap dengan Statistik dan Prediksi Pertandingan, Siapakah Pemenangya?

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan rumah panggung akan dibangun dengan tinggi 2,5 meter agar tetap aman saat banjir datang.

“Solusi untuk warga Karangligar adalah pembangunan seribu rumah panggung yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Jabar),” ujar Dedi melalui akun Instagram pribadinya, @dedymulyadi71.

Dedi menjelaskan, desain rumah panggung ini memungkinkan warga tetap dapat beraktivitas meskipun banjir melanda.

Baca Juga: Bio Farma Buka Pendaftaran Mudik Bersama BUMN 2025: Tersedia 10 Bus untuk Rute Wonogiri dan Yogyakarta

“Rumah-rumah ini akan dibuat dengan kolong setinggi 2,5 meter. Jadi, jika banjir datang, warga tidak perlu repot. Cukup turun dan menggunakan perahu untuk akses ke jalan,” katanya.

Selain solusi jangka pendek berupa rumah panggung, Dedi menegaskan perlunya langkah strategis jangka panjang untuk mengatasi banjir secara menyeluruh.

Ia mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar segera merealisasikan pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey guna mengendalikan debit air sungai yang kerap meluap.

Baca Juga: Daftar 101 Harga Iftar All You Can Eat Hotel di Bandung Tahun 2025

“Banjir di Karangligar ini sumbernya dari Sungai Cibeet dan Cijurey. Oleh karena itu, bendungan harus segera dibangun agar bisa mengatasi masalah ini secara permanen,” tutur Dedi.

Dedi juga menekankan penanganan banjir tidak cukup hanya dengan bantuan logistik seperti sembako, tetapi harus melalui solusi infrastruktur yang berkelanjutan.

“Banjir moal anggeus ku sembako,” katanya

Pemdaprov Jabar berkomitmen untuk terus mencari solusi terbaik bagi masyarakat terdampak banjir, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun kebijakan penanggulangan bencana yang komprehensif.

RELATED ARTICLES

Most Popular