Sabtu, April 5, 2025
BerandaOLAHRAGAMenpora Dito: SAC Sebagai Ekosistem Pengembangan Atletik di Indonesia

Menpora Dito: SAC Sebagai Ekosistem Pengembangan Atletik di Indonesia

LIPUTAN BANDUNG – Menpora Dito: SAC Sebagai Ekosistem Pengembangan Atletik di Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo turut hadir dalam putaran final Pertamina Student Athletics Championships (SAC) Indonesia 2024-2025 yang digelar di Stadion Benteng, Tangerang, Banten, pada Sabtu (22/2).

Kompetisi atletik terbesar di Indonesia ini diselenggarakan oleh DBL Indonesia bekerja sama dengan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), dengan dukungan penuh dari Pertamina. SAC Indonesia 2024-2025 berlangsung selama tiga hari, dimulai pada 20 Februari dan berakhir pada 22 Februari 2025.

Dalam sambutannya, Menpora Dito menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam keberhasilan acara ini, khususnya para orang tua atlet yang telah memberikan dukungan penuh.

“Salah satu faktor penting dalam kesuksesan SAC ini adalah dukungan orang tua yang mengantarkan para atlet. Tanpa partisipasi mereka, acara ini tidak akan sebesar dan sesukses ini,” ungkap Menpora Dito.

Menpora Dito juga mengucapkan terima kasih kepada Azrul Ananda, CEO DBL Indonesia, atas upayanya menyelenggarakan serangkaian kompetisi atletik di berbagai kota, yang akhirnya mencapai puncaknya di final ini.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Mas Azrul yang telah mengorganisir rangkaian perlombaan atletik di berbagai daerah hingga akhirnya sampai pada puncaknya di final hari ini,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa SAC Indonesia adalah sebuah ekosistem yang sangat mendukung kemajuan atletik di Tanah Air. “Ini adalah ekosistem yang baik, di mana DBL bertindak sebagai penyelenggara, PASI menggali potensi atlet, dan Kemenpora menindaklanjuti untuk menghasilkan juara dunia,” ujarnya.

Menpora Dito menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung perkembangan atletik di Indonesia. “Kami terus berupaya agar olahraga atletik di Indonesia semakin maju. Kami telah membangun berbagai fasilitas, seperti pusat pelatihan di Pengalengan, dan dalam waktu dekat akan ada pusat pelatihan baru di Cibubur,” jelasnya.

Selain itu, Menpora Dito menanggapi aspirasi tentang menjadikan atletik sebagai mata pelajaran wajib di sekolah. Ia mengungkapkan bahwa Kemenpora sedang berdiskusi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk merumuskan kebijakan ini.

“Bapak Presiden ingin jam olahraga di sekolah diperbanyak, dan atletik sebagai mata pelajaran dasar akan kami perjuangkan. Apalagi, atletik adalah ‘mother of sport’, induk dari seluruh cabang olahraga,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Menpora Dito berharap para atlet muda tidak hanya berkompetisi di tingkat SD, SMP, atau SMA, tetapi dapat melangkah lebih jauh hingga mewakili Indonesia di kancah dunia, bahkan pada Olimpiade.

Pada SAC Indonesia 2024-2025, sebanyak 3.526 pelajar dari 312 sekolah berpartisipasi. Di antara mereka, 288 pelajar dari berbagai regional qualifiers (Sumatera, Jawa Tengah, Bali Nusra, Jawa Barat, Jakarta Banten, dan Jawa Timur) akan bertanding di putaran final National Championship. Selain itu, sekitar 3.238 pelajar lainnya akan berlaga di SAC Indonesia Junior Challenge 2025, sebuah ajang pendukung yang diperuntukkan bagi pelajar SD dan SMP dari seluruh Banten.

RELATED ARTICLES

Most Popular