LIPUTAN BANDUNG – Lonjakan aktivitas tunawisma atau homeless di pusat Kota Bandung selama masa libur Natal dan Tahun Baru memicu keresahan masyarakat. Tidak hanya soal keberadaan mereka di ruang publik, tetapi juga dampak kebersihan lingkungan yang semakin terasa dan dikeluhkan warga.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan, persoalan tersebut mencuat setelah dirinya menerima aduan langsung dari masyarakat saat melakukan patroli keamanan kota. Warga mengeluhkan bau menyengat yang muncul di sejumlah sudut kota, terutama di kawasan wisata yang ramai dikunjungi.
Setelah dilakukan penelusuran langsung, Farhan menemukan fakta mengejutkan. Di beberapa titik pusat kota ditemukan kotoran manusia yang diduga berasal dari aktivitas homeless yang tidak memiliki akses sanitasi layak. Temuan ini menjadi sinyal darurat bagi Pemerintah Kota Bandung.
Baca Juga:Jadwal Acara Trans TV Hari Ini Selasa 13 Januari 2025: Bioskop Trans TV xXx hingga Bikin Laper
Menurut Farhan, kawasan ikonik seperti Braga dan Taman Vanda menjadi lokasi yang paling banyak dikeluhkan. Bahkan, sejumlah bangunan kosong di sepanjang Jalan Asia Afrika turut dimanfaatkan sebagai tempat buang hajat, sehingga menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu kenyamanan publik.
Kondisi ini dinilai tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan fasilitas, seperti penambahan toilet umum. Pemkot Bandung menilai perlu ada langkah penertiban dan penanganan sosial yang lebih tegas dan terintegrasi.
“Ini bukan semata soal toilet. Yang kita hadapi adalah persoalan sosial. Karena itu, langkah awalnya adalah operasi penertiban homeless dan manusia gerobak di kawasan wisata,” ujar Farhan.
Baca Juga:Jangan Diabaikan! Ini Alasan Gear dan Rantai Motor Wajib Dirawat Secara Rutin
Operasi penertiban ini akan menyasar titik-titik strategis pusat kota yang selama ini menjadi lokasi berkumpulnya homeless. Pemkot Bandung juga menggandeng dinas terkait untuk memastikan penanganan dilakukan secara humanis namun tetap tegas.
Selain penertiban, langkah lanjutan yang disiapkan adalah pembersihan menyeluruh terhadap area-area yang tercemar. Gedung kosong, sudut jalan, hingga taman kota akan dibersihkan dan diawasi agar tidak kembali disalahgunakan.
Meski dihadapkan pada persoalan kebersihan dan sosial, Pemkot Bandung mencatat bahwa libur Nataru tetap memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung tercatat melampaui target selama periode liburan.
Farhan menyebut, capaian PAD tersebut menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk penataan kawasan wisata dan ruang publik.
“Kita punya modal untuk ikut dalam penambahan kuota pembangunan infrastruktur ke depan. Tapi tentu harus dibarengi dengan penataan sosial dan kebersihan kota,” katanya.
Dengan langkah ini, Pemkot Bandung berharap persoalan homeless dapat ditangani secara berkelanjutan tanpa mengorbankan aspek kemanusiaan, sekaligus menjaga citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata yang bersih dan nyaman.





