Kembali Digelar, CFD Dago dan Buahbatu Ramai Warga, Braga Beken Ikut Aktif

oleh -11 Dilihat
Pemkot Bandung kembali menggelar CFD Dago, Buahbatu dan Braga Beken pada Minggu 4 Oktober 2026. Warga menyambutnya dengan antusias.
Pemkot Bandung kembali menggelar CFD Dago, Buahbatu dan Braga Beken pada Minggu 4 Oktober 2026. Warga menyambutnya dengan antusias.

LIPUTAN BANDUNG – Setelah sempat dihentikan, kegiatan Car Free Day (CFD) Dago dan Buahbatu kembali digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pada Minggu, 4 Oktober 2026. Pada waktu yang sama, kawasan Braga Bebas Kendaraan (Braga Beken) juga kembali diaktifkan.

Kembalinya tiga kawasan bebas kendaraan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak pagi, warga mulai berdatangan untuk memanfaatkan ruas jalan yang ditutup bagi kendaraan bermotor untuk berolahraga, berjalan kaki, bersepeda hingga menghabiskan waktu bersama keluarga.

Di kawasan Dago, aktivitas warga mulai terlihat sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Suasana pun perlahan menjadi ramai, dengan warga yang melakukan berbagai kegiatan olahraga.

Baca Juga: Densus 88 Geledah Kontrakan di Antapani Bandung, Sejumlah Barang Diamankan

Pelaksanaan CFD kali ini juga dibarengi dengan penataan zona yang dilakukan Pemkot Bandung. Sejumlah aktivitas komersial dan pembagian brosur di jalur utama disterilkan. Selain itu, terdapat pemisahan ruang bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Penataan tersebut dinilai membuat aktivitas warga menjadi lebih nyaman.

Adi, warga Ujungberung yang datang sejak pagi, mengatakan kondisi CFD Dago kali ini terasa lebih tertib dibanding sebelumnya. Ia dapat berolahraga tanpa terlalu banyak aktivitas lain yang mengganggu jalur utama.

“Suasananya cukup ramai dan meriah. Karena sekarang lebih diperketat, tidak ada yang berjualan dan membagikan brosur di jalur utama, sehingga suasananya jadi jauh lebih fokus untuk olahraga. Pejalan kaki dan pesepeda jadi lebih leluasa,” ujar Adi.

Hal senada disampaikan Arin yang memilih bersepeda saat CFD kembali digelar. Menurutnya, pemisahan jalur membuat aktivitas bersepeda terasa lebih nyaman.

“Suasananya sangat nyaman, apalagi ada pemisahan jalur antara pejalan kaki dan pesepeda. Area trotoar juga tertib, jadi kami yang bersepeda bisa berhenti sejenak untuk beristirahat dengan tenang,” tuturnya.

Sementara itu, Refa mengaku senang karena bisa kembali menikmati kawasan Dago bersama keluarga setelah CFD sempat dihentikan.

Baca Juga: Telkomsel dan MAP Gelar MAPrivilege di Paskal 23 Bandung

“Sudah lama libur, sekarang baru dibuka lagi. Mungkin karena baru dibuka, jadi masih belum terlalu ramai,” ujar Refa.

Harapan Warga untuk CFD Buahbatu

Kembalinya CFD juga dirasakan masyarakat di kawasan Buahbatu. Mardi, salah seorang pengunjung, berharap pelaksanaan CFD dapat kembali berlangsung seperti sebelumnya.

Ia juga berharap aktivitas perdagangan dapat kembali hadir secara tertata sehingga warga mempunyai lebih banyak pilihan makanan dan kebutuhan ringan ketika menikmati kawasan CFD.

Menurut Mardi, keberadaan CFD bukan hanya memberikan ruang untuk berolahraga, tetapi juga dapat menjadi salah satu upaya menyediakan lingkungan yang lebih nyaman di tengah persoalan polusi udara di Kota Bandung.

“Mudah-mudahan CFD ini bisa berjalan seperti dulu lagi. Kita bisa jalan, jogging, atau bersepeda dengan udara yang lebih sehat,” katanya.

Braga Beken Kembali, Warga Soroti Parkir dan Pedagang

Sementara itu, suasana berbeda terlihat di kawasan Braga. Program Braga Beken kembali memberikan ruang bagi warga dan wisatawan untuk menikmati kawasan Braga tanpa kepadatan kendaraan bermotor.

Nuri, salah seorang warga, menyambut positif pembukaan kembali Braga Beken. Menurutnya, kondisi jalan yang lebih leluasa membuat masyarakat dapat berjalan kaki dengan lebih nyaman tanpa harus berhadapan langsung dengan kendaraan.

“Menurut saya bagus. Kalau jalan lebih leluasa, tidak berbenturan dengan mobil atau kendaraan,” ujar Nuri.

Meski demikian, ia menilai masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki agar pelaksanaan Braga Beken berjalan semakin tertib. Salah satunya berkaitan dengan penataan parkir.

“Parkirnya jangan sembarangan,” katanya.

Nuri juga meminta keberadaan pedagang di pinggir jalan mendapat perhatian. Menurutnya, pedagang yang menempati area tertentu berpotensi mengurangi ruang jalan dan mengganggu kelancaran akses.

“Pedagang juga harus tertib, jangan terlalu banyak pedagang di pinggir jalan. Masih ada satu-dua yang berjualan di sana,” ujarnya.

Sementara itu, Ramdan, pengrajin wayang golek yang telah lama beraktivitas di kawasan Braga, turut menyambut kembali pelaksanaan Braga Beken.

Ia berharap penataan kawasan Braga dapat terus dilanjutkan secara berkelanjutan dengan melibatkan Pemkot Bandung dan berbagai pihak yang berkepentingan.

Dengan kembali dibukanya CFD Dago, Buahbatu dan Braga Beken, ruang publik di sejumlah kawasan strategis Kota Bandung kembali dimanfaatkan masyarakat pada akhir pekan. Penataan aktivitas, parkir, pedagang serta pembagian ruang bagi pengguna jalan menjadi sejumlah hal yang diharapkan terus diperhatikan agar kawasan bebas kendaraan tetap nyaman bagi warga maupun wisatawan.