LIPUTAN BANDUNG – Perjalanan Timnas Indonesia hingga menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 tidak lepas dari kontribusi Ole Romeny dan Mitchell Baker. Kedua pemain tersebut memiliki peran berbeda, tetapi mampu membangun kerja sama yang efektif di lini serang.
Indonesia keluar sebagai juara setelah menundukkan Thailand pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10). Pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti dan Indonesia menang 4-2.
Ole Romeny menjadi salah satu pemain yang selalu mendapat kepercayaan tampil sejak menit awal. Dari empat pertandingan yang dijalani Indonesia di turnamen tersebut, penyerang Fortuna Sittard itu selalu menjadi starter.
Kontribusi Ole tidak hanya terlihat dari jumlah gol. Ia mengemas satu gol serta empat assist. Menariknya, seluruh assist tersebut diberikan kepada Mitchell Baker.
Baca Juga: Pelatih Thailand Anthony Hudson Antusias Bawa Timnya Hadapi Indonesia di Final ASEAN Cup 2026
Baker kemudian menjawab kepercayaan tersebut dengan tampil produktif sepanjang turnamen. Ia mengakhiri kompetisi sebagai pencetak gol terbanyak dengan lima gol.
Ole mengakui bahwa dirinya memiliki karakter bermain yang berbeda dengan Baker. Menurutnya, Baker lebih banyak menjalankan tugas sebagai target man, sedangkan dirinya diberikan keleluasaan untuk mencari ruang di sekitarnya.
“Dia seperti seorang target man, sedangkan saya lebih seperti pemain yang memiliki peran bebas,” ujar Ole.
Pergerakan tanpa bola menjadi salah satu kunci kerja sama keduanya. Ole berusaha membaca momentum ketika Baker bergerak menuju ruang kosong dan kemudian mengirimkan umpan yang bisa dimanfaatkan.
“Ketika saya melihat dia berlari, saya tinggal memberikan bola kepadanya dan kami bisa mencetak gol,” katanya.
Kolaborasi tersebut turut membantu Indonesia melewati turnamen dengan hasil maksimal. Tidak hanya produktivitas Baker yang menonjol, kontribusi Ole melalui assist juga menjadi bagian penting dari permainan Garuda.
Setelah pertandingan final, Ole menegaskan bahwa trofi FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki nilai yang sangat besar. Baginya, gelar tersebut bukan sekadar pencapaian individu atau tim, tetapi juga sesuatu yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
“Sangat berarti. Trofi ini sangat berarti bagi Indonesia. Bagi kami, kami sangat bangga dan rasanya seperti satu keluarga besar,” tutur Ole.
Sejak debut pada 20 Maret tahun lalu, Ole telah mencatat 14 penampilan bersama Timnas Indonesia. Ia sejauh ini telah mencetak tujuh gol dan memberikan enam assist.
Ole juga mengaku selalu merasakan kebanggaan setiap kali mengenakan jersey Merah Putih. Bermain di hadapan pendukung sendiri membuat pengalaman tersebut terasa semakin istimewa.
“Setiap kali kami bermain, kami merasa sangat bangga mengenakan jersi ini. Terutama ketika bermain di kandang, rasanya luar biasa,” ujarnya.





