Film Beautiful Pain Hadir di Bandung, Angkat Perjuangan Ibu dan Anak Setelah Perceraian

oleh -7 Dilihat
Film Beautiful Pain Hadir di Bandung, Angkat Perjuangan Ibu dan Anak Setelah Perceraian
Film Beautiful Pain Hadir di Bandung, Angkat Perjuangan Ibu dan Anak Setelah Perceraian

LIPUTAN  BANDUNG– Perpisahan dalam rumah tangga bukan hanya mengubah kehidupan pasangan, tetapi juga meninggalkan proses emosional yang harus dilalui anak-anak. Kisah tentang keberanian memulai kembali setelah hubungan yang tidak sehat ini menjadi inti cerita film drama keluarga Beautiful Pain, yang menggelar special screening di CGV 23 Paskal Shopping Center, Bandung, Minggu, 18 Oktober 2026.

Diproduksi oleh Dapur Film, Beautiful Pain mengikuti perjalanan Niken, seorang ibu yang mengambil keputusan besar demi masa depan dirinya dan anak-anaknya. Film ini menggambarkan bahwa meninggalkan hubungan yang tidak sehat bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan langkah awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Film Beautiful Pain Hadir di Bandung, Angkat Perjuangan Ibu dan Anak Setelah Perceraian
Film Beautiful Pain Hadir di Bandung, Angkat Perjuangan Ibu dan Anak Setelah Perceraian

Melalui cerita tersebut, penonton diajak melihat bahwa keputusan dalam rumah tangga membawa dampak berbeda bagi setiap anggota keluarga. Di balik keberanian seorang ibu untuk memulai hidup baru, ada anak-anak yang juga perlu waktu untuk memahami dan menerima perubahan.

 Anantya Kirana Ceritakan Pengalaman Memerankan Naia

Pemutaran khusus di Bandung turut dihadiri Anantya Kirana, pemeran Naia, anak sulung Niken yang harus beradaptasi dengan kehidupan keluarga setelah kedua orang tuanya berpisah.

Bagi Anantya, memerankan Naia memberikan banyak pelajaran, terutama dalam memahami perasaan anak yang berada di tengah persoalan rumah tangga orang tua. Ia menilai Beautiful Pain memperlihatkan bahwa anak-anak turut merasakan dampak emosional dari perceraian.

“Aku banyak belajar dari memerankan Naia di film ini,” ujar Anantya saat menyapa penonton di Bandung.

Menurutnya, perjalanan Naia dalam menerima kehidupan baru menjadi salah satu bagian yang menginspirasi. Karakter tersebut memperlihatkan bahwa menerima perubahan membutuhkan proses, terlebih ketika perubahan itu menyangkut hubungan dengan orang-orang terdekat.

Anantya juga mengapresiasi penonton yang telah menyaksikan perjuangan keluarga Niken melalui film tersebut.

 Proses Syuting Beautiful Pain Berlangsung 18 Hari

Dalam sesi wawancara bersama awak media seusai pemutaran film, Anantya turut membagikan cerita di balik proses produksi Beautiful Pain. Ia mengungkapkan bahwa pengambilan gambar film tersebut telah dilakukan sekitar tiga tahun lalu dengan durasi syuting selama 18 hari.

Memerankan Naia bukan perkara mudah bagi Anantya. Ia mengaku merasakan tekanan emosional sejak menjalani tahap pembacaan naskah (reading) hingga lokakarya pendalaman karakter (workshop).

“Buat aku scene Naia itu berat, pas reading dan workshop itu agak pressure. Cuma karena dukungan semuanya alhamdulillah, lumayan bisa mengikuti,” tuturnya.

Dukungan dari orang-orang yang terlibat dalam produksi membantunya menjalani proses tersebut. Pengalaman ini sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Anantya dalam memahami karakter Naia, termasuk bagaimana seorang anak berusaha menerima keadaan keluarga yang berubah.

Pesan Anantya Kirana untuk Anak yang Mengalami Broken Home

Melalui perannya dalam Beautiful Pain, Anantya juga menyampaikan pesan kepada anak-anak yang menghadapi situasi serupa, termasuk mereka yang tumbuh dalam keluarga dengan orang tua yang telah berpisah.

Ia memahami bahwa menyaksikan perpisahan orang tua dapat menjadi pengalaman yang berat. Karena itu, Anantya mengajak anak-anak untuk memberikan waktu kepada diri sendiri dalam menerima keadaan dan menjalani proses berdamai secara perlahan.

“Yang pasti terus semangat karena pasti berat melihat kondisi orang tua yang berpisah, tapi bagaimanapun juga kita harus pelan-pelan berdamai dan menerima semuanya. Semoga yang kalian alami sekarang cepat selesai dan tetap sayang sama kedua orang tua,” pesannya.

Pesan tersebut sejalan dengan salah satu sudut pandang yang dihadirkan film ini, yakni bahwa anak-anak membutuhkan ruang untuk memahami perubahan dalam keluarga tanpa harus mengabaikan perasaan mereka sendiri.

Melalui karakter Naia, Beautiful Pain menunjukkan bahwa proses menerima perceraian tidak selalu berlangsung cepat. Setiap anak memiliki pengalaman dan waktu yang berbeda untuk menghadapi perubahan tersebut.

Beautiful Pain Hadirkan Pesan Women Empowerment

Seiring bertambahnya usia, Anantya mengaku mengalami perubahan dalam memaknai cerita *Beautiful Pain*. Ketika pertama kali menjalani proses syuting, ia lebih melihat film tersebut sebagai kisah tentang perpisahan orang tua.

Namun, setelah bertambah dewasa, ia mulai memahami bahwa cerita ini juga menyoroti perjuangan perempuan dalam menghadapi persoalan rumah tangga dan memperjuangkan masa depan keluarganya.

“Kalau dulu aku mengira film ini tuh cerita tentang kedua orang tua yang berpisah, sekarang aku melihatnya ini tentang bagaimana seorang perempuan struggle buat keluarganya dan sekeren itu buat speak up tentang apa yang dia rasakan,” jelasnya.

Pandangan tersebut memperlihatkan sisi lain dari Beautiful Pain, yaitu keberanian perempuan untuk menyadari persoalan yang dihadapi, menyampaikan perasaan, dan mengambil keputusan demi kehidupan yang lebih baik.

Anantya berharap film ini dapat memberikan dorongan bagi perempuan yang tengah menghadapi hubungan tidak sehat maupun berbagai persoalan kehidupan agar berani mencari jalan keluar.

“Semoga dengan adanya film ini untuk perempuan-perempuan di luar sana yang struggle dengan relationship-nya dan masalah-masalah hidupnya semoga bisa speak up dan selesai, keluar dari masalahnya,” pungkasnya.

 Jadwal Tayang Film Beautiful Pain di Bioskop

Melalui kisah Niken dan anak-anaknya, *Beautiful Pain* menghadirkan drama keluarga yang membahas perceraian, kehilangan, keberanian, dan kesempatan untuk memulai kembali. Film ini juga mengajak penonton memahami bahwa perubahan dalam keluarga dapat memengaruhi setiap anggota dengan cara yang berbeda.

Film yang diproduseri Hanung Bramantyo ini dibintangi Raihaanun, Baim Wong, Tarra Budiman, Jajang C. Noer, Siti Fauziah, Dimas Aditya, Anantya Kirana, Evano Zyan, dan Nikita Mirzani.

Setelah menggelar special screening di Bandung, Beautiful Pain dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui akun media sosial resmi @filmbeautifulpain dan @dapurfilm.