Mewujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik hingga ke Dusun di Karawang

oleh -12 Dilihat
Mewujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik hingga ke Dusun di Karawang
Mewujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik hingga ke Dusun di Karawang

LIPUTAN BANDUNG– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan PT PLN (Persero) terus memperluas akses listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) guna mendorong pemerataan pembangunan dan memastikan masyarakat di berbagai wilayah dapat menikmati layanan listrik.

Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia saat meresmikan sambungan listrik BPBL di Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Kamis, (15/10) menegaskan bahwa akses listrik merupakan hak seluruh rakyat Indonesia sesuai pengejawantahan sila kelima Pancasila.

Mewujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik hingga ke Dusun di Karawang
Mewujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik hingga ke Dusun di Karawang

“Jadi itu yang pemerintah lakukan, agar semua desa dan dusun wajib untuk mereka mendapatkan hak yang sama, yaitu manfaat pelayanan daripada listrik. Dan listrik ini keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Bahlil.

Program BPBL ini menyediakan instalasi listrik rumah, Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan dengan daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp100.000 bagi warga tidak mampu.

mulai dari jaringan tegangan menengah, jaringan tegangan rendah, hingga gardu distribusi, untuk memastikan kesiapan penyaluran listrik kepada masyarakat.

“Melalui program Lisdes, kami terus memperluas jaringan listrik hingga ke pelosok dusun. Infrastruktur yang telah dibangun juga kami optimalkan untuk mendukung penyambungan listrik melalui program BPBL, sehingga masyarakat yang sebelumnya belum memiliki sambungan listrik sendiri dapat menikmati layanan listrik secara langsung, aman, dan andal,” ujar Joharifin.

Salah satu penerima manfaat BPBL, Ono Taryono, warga Desa Muara Baru, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Sebelumnya, ia harus menumpang listrik dari rumah tetangga dengan waktu pemakaian terbatas.

“Dulu saya menumpang listrik ke tetangga. Listriknya hanya bisa digunakan mulai pukul 18.00 hingga pagi hari,” ujar Ono.

Semenjak adanya sambungan listrik sendiri, kini aktivitas keluarga di rumah menjadi lebih mudah, termasuk kegiatan belajar anak-anak pada malam hari.

“Sebelum ada listrik sendiri, anak-anak kesulitan belajar karena kondisi gelap dan mereka juga takut. Sekarang, dengan adanya listrik di rumah, mereka bisa belajar dengan lebih nyaman,” pungkasnya.