LIPUTAN BANDUNG– PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bandung melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bandung Selatan terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai keselamatan ketenagalistrikan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi bahaya listrik di SMK 1 Pasundan Bandung, yang turut dirangkaikan dengan penyaluran bantuan pendidikan dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Bandung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN membangun kesadaran keselamatan listrik sejak lingkungan pendidikan. Para siswa mendapatkan edukasi mengenai potensi bahaya listrik serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi sosialisasi mencakup pentingnya menggunakan peralatan listrik sesuai peruntukan, memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, tidak melakukan aktivitas yang berisiko di sekitar jaringan listrik, serta memahami tindakan yang tepat apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Selain aspek keselamatan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi PLN untuk menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan. Melalui YBM PLN, bantuan diberikan kepada empat siswa SMK 1 Pasundan Bandung yang memiliki tunggakan biaya SPP.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban pendidikan sekaligus memberikan kesempatan kepada para siswa untuk tetap melanjutkan proses belajar dengan lebih tenang.
Program sosial YBM PLN merupakan bagian dari pemanfaatan amanah zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari pegawai PLN untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di bidang pendidikan, bantuan diarahkan untuk membantu mengurangi hambatan ekonomi yang dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan penerima manfaat.
Manager PLN UP3 Bandung, Donna Sinatra, mengatakan bahwa edukasi keselamatan ketenagalistrikan dan kepedulian terhadap pendidikan merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam upaya PLN memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami manfaat listrik, tetapi juga mengetahui cara menggunakannya secara aman dan bertanggung jawab. Di sisi lain, melalui YBM PLN, kami berupaya memberikan dukungan bagi siswa yang menghadapi kendala biaya pendidikan. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan membantu siswa tetap fokus menyelesaikan pendidikannya,” ujar Donna.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap pendidikan merupakan bagian penting dari kontribusi sosial PLN kepada masyarakat.
“Generasi muda merupakan bagian penting dalam pembangunan masa depan. Karena itu, PLN terus mendorong kegiatan yang dapat memperkuat pemahaman keselamatan sekaligus memberikan dukungan sosial bagi keberlanjutan pendidikan. Melalui sinergi PLN dan YBM PLN, kami berharap manfaat yang diberikan dapat dirasakan secara nyata oleh para siswa dan lingkungan sekolah,” tutur Muhammad Joharifin.
Menurut PLN, pemahaman mengenai keselamatan listrik perlu dibangun sejak dini agar siswa mampu mengenali potensi risiko dan menerapkan perilaku aman, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.
Edukasi tersebut diharapkan turut membentuk budaya keselamatan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, bantuan pendidikan yang disalurkan kepada lima siswa menjadi wujud kepedulian YBM PLN dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dukungan semacam ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi mereka.
Melalui kegiatan tersebut, PLN UP3 Bandung melalui ULP Bandung Selatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir tidak hanya melalui layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga melalui edukasi keselamatan dan kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.





