Pelanggan Bisnis dan Industri PLN UID Jabar Tumbuh Hingga 11,32 Persen di Semester 1 2026, Perkuat Geliat Ekonomi Jawa Barat

oleh -12 Dilihat
Pelanggan Bisnis dan Industri PLN UID Jabar Tumbuh Hingga 11,32 Persen di Semester 1 2026, Perkuat Geliat Ekonomi Jawa Barat
Pelanggan Bisnis dan Industri PLN UID Jabar Tumbuh Hingga 11,32 Persen di Semester 1 2026, Perkuat Geliat Ekonomi Jawa Barat

LIPUTAN BANDUNG–  Geliat sektor bisnis dan industri di Jawa Barat terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang Semester I 2026. Hal ini ditunjukkan oleh pertumbuhan jumlah pelanggan bisnis dan industri yang dilayani PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat secara year-on-year (YoY).

Jumlah pelanggan bisnis mencapai 1.054.347 pelanggan, tumbuh 11,32 persen dibandingkan Semester I 2025 yang tercatat sebanyak 947.135 pelanggan. Sementara itu, pelanggan industri meningkat 8,38 persen dari 19.157 pelanggan menjadi 20.762 pelanggan pada periode yang sama.

Pelanggan Bisnis dan Industri PLN UID Jabar Tumbuh Hingga 11,32 Persen di Semester 1 2026, Perkuat Geliat Ekonomi Jawa Barat
Pelanggan Bisnis dan Industri PLN UID Jabar Tumbuh Hingga 11,32 Persen di Semester 1 2026, Perkuat Geliat Ekonomi Jawa Barat

General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, mengatakan pertumbuhan pelanggan bisnis dan industri menjadi salah satu indikator berkembangnya aktivitas produktif di Jawa Barat.

PLN terus mengimbangi pertumbuhan tersebut dengan memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan serta meningkatkan kualitas layanan bagi dunia usaha.

“Pertumbuhan pelanggan bisnis dan industri menunjukkan aktivitas produktif di Jawa Barat terus berkembang. Bagi PLN, hal ini menjadi dorongan untuk terus memastikan kebutuhan listrik pelanggan dapat dipenuhi dengan layanan yang semakin mudah, cepat, dan andal sehingga kegiatan usaha dapat berjalan dan berkembang dengan baik,” ujar Joharifin.

Pertumbuhan pelanggan dari sektor produktif tersebut juga berjalan beriringan dengan geliat investasi di Jawa Barat.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, realisasi investasi sepanjang Semester I 2026 mencapai Rp138,13 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 246.887 orang.

Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia sekaligus provinsi dengan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar pada semester pertama tahun ini.

Joharifin menjelaskan, pertumbuhan dunia usaha perlu diimbangi dengan ketersediaan listrik yang memadai dan kemudahan memperoleh layanan kelistrikan.

Selain menjaga keandalan pasokan, PLN terus meningkatkan kualitas proses pelayanan agar kebutuhan listrik pelanggan dapat dipenuhi secara cepat dan sesuai dengan kebutuhan usahanya.

“PLN ingin memastikan pertumbuhan dunia usaha di Jawa Barat diikuti dengan kesiapan layanan kelistrikan yang memadai. Ketika pelaku usaha membutuhkan listrik untuk memulai, meningkatkan kapasitas, maupun mengembangkan usahanya, kami siap memberikan dukungan kelistrikan sesuai kebutuhan,” tambah Joharifin.

Menurut Joharifin, ketersediaan listrik yang andal memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas sekaligus membuka ruang bagi dunia usaha untuk terus bertumbuh.

Karena itu, PLN UID Jawa Barat akan terus memperkuat infrastruktur kelistrikan dan meningkatkan kualitas layanan seiring dengan berkembangnya kebutuhan pelanggan.

“Listrik bukan hanya menjadi kebutuhan operasional, tetapi juga salah satu penggerak aktivitas ekonomi. Kami berharap semakin mudahnya masyarakat dan pelaku usaha memperoleh akses listrik dapat mendukung peningkatan produktivitas, pertumbuhan usaha, serta memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat Jawa Barat,” tutup Joharifin.

Melalui penguatan infrastruktur kelistrikan dan peningkatan kualitas layanan, PLN UID Jawa Barat terus menjaga kesiapan sistem kelistrikan untuk mengimbangi pertumbuhan sektor bisnis dan industri.

Dengan pasokan listrik yang andal dan layanan yang semakin mudah diakses, PLN berkomitmen terus mendukung geliat dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.