LIPUTAN BANDUNG – PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ujung Berung melaksanakan sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan kepada siswa SMA PGRI 3 Bandung.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai potensi bahaya listrik sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Melalui kegiatan edukasi ini, para siswa diajak mengenali berbagai kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya listrik, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Pemahaman mengenai penggunaan listrik yang aman menjadi penting agar masyarakat, khususnya kalangan pelajar, dapat lebih waspada dan menerapkan perilaku yang mengutamakan keselamatan.
Materi sosialisasi mencakup pentingnya menjaga jarak aman dari jaringan listrik, tidak menyentuh kabel yang terkelupas atau menjuntai, serta tidak bermain di sekitar instalasi dan peralatan listrik yang berisiko.
Siswa juga diimbau untuk tidak melakukan perbaikan instalasi listrik secara mandiri tanpa kompetensi yang sesuai dan segera melaporkan potensi bahaya kepada pihak berwenang.
Selain membahas keselamatan ketenagalistrikan, kegiatan ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman melalui kepedulian bersama.
Lingkungan sekolah yang tertib, pemahaman terhadap risiko di sekitar jaringan listrik, serta kebiasaan melaporkan kondisi berbahaya merupakan bagian dari upaya pencegahan kecelakaan.
Manager PLN UP3 Bandung, Donna Sinatra, menyampaikan bahwa edukasi keselamatan listrik kepada pelajar merupakan langkah penting untuk membangun kebiasaan aman sejak dini.
“Pelajar perlu memahami bahwa listrik memberikan banyak manfaat, tetapi penggunaannya juga harus disertai pengetahuan dan kehati-hatian. Melalui sosialisasi ini, kami berharap siswa SMA PGRI 3 Bandung dapat mengenali potensi bahaya listrik, menerapkan langkah pencegahan dalam keseharian, serta menyampaikan informasi yang mereka peroleh kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Donna Sinatra.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa keselamatan ketenagalistrikan membutuhkan peran aktif berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan masyarakat.
“Keselamatan listrik tidak hanya menjadi tanggung jawab penyedia tenaga listrik, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Edukasi di lingkungan sekolah menjadi salah satu cara untuk menanamkan kesadaran sejak dini agar generasi muda mampu bersikap bijak terhadap risiko kelistrikan dan ikut membangun lingkungan yang lebih aman,” ungkap Muhammad Joharifin.
Melalui kegiatan ini, PLN ULP Ujung Berung berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan oleh para siswa, baik di sekolah maupun di rumah. Sinergi antara PLN, pihak sekolah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat budaya keselamatan serta mendorong kepedulian terhadap potensi bahaya listrik di lingkungan sekitar.
PLN terus mengajak masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas yang berkaitan dengan listrik.
Apabila menemukan jaringan atau instalasi listrik yang berpotensi membahayakan, masyarakat diimbau untuk menjaga jarak aman dan melaporkannya melalui kanal resmi PLN.





