Para Legenda Musik Indonesia Bersatu di ROCK N ROLL THEATRE, Ini Formasinya

oleh -9 Dilihat
Dua proyek musik Lokanada hadir dengan warna berbeda. ROCK N ROLL THEATRE membawa legenda lintas generasi, Sembilan Tera merilis Second Choice.
Dua proyek musik Lokanada hadir dengan warna berbeda. ROCK N ROLL THEATRE membawa legenda lintas generasi, Sembilan Tera merilis Second Choice.

LIPUTAN BANDUNG – Dua grup musik di bawah naungan Lokanada, ROCK N ROLL THEATRE dan Sembilan Tera, memperkenalkan proyek musik terbaru mereka dalam press conference yang digelar di Braga Sky, Bandung, Selasa (29/9/2026).

Kehadiran keduanya membawa warna berbeda. ROCK N ROLL THEATRE hadir sebagai supergroup yang mempertemukan sejumlah musisi berpengalaman dari berbagai band legendaris Indonesia, sementara Sembilan Tera memperkenalkan karya terbaru bertajuk “Second Choice”, yang ditulis dan diciptakan oleh Arie Axara.

Dua proyek musik Lokanada hadir dengan warna berbeda. ROCK N ROLL THEATRE membawa legenda lintas generasi, Sembilan Tera merilis Second Choice.
Dua proyek musik Lokanada hadir dengan warna berbeda. ROCK N ROLL THEATRE membawa legenda lintas generasi, Sembilan Tera merilis Second Choice.

ROCK N ROLL THEATRE mengusung konsep “The Living Legends Supergroup”, dengan formasi yang dihuni para musisi yang sebelumnya dikenal melalui band-band seperti Element, Naif, Slank, BIP, Gugun Blues Shelter, DOT, Bunga, Voodoo, hingga Juliette.

Formasi tersebut terdiri atas Tony Vialy pada vokal, Ferdy Tahier pada keyboard dan vokal, Eza Yayang pada perkusi dan vokal, Gugun pada gitar, Jarwo pada gitar, Edo Widiz pada gitar, Bongky Marcel pada bass, serta Bimo Sulaksono pada drum.

Konsep ROCK N ROLL THEATRE bukan sekadar menghadirkan kembali nostalgia musik lintas generasi. Para personelnya membawa pengalaman panjang di industri musik sekaligus membawakan sejumlah lagu yang telah dikenal luas oleh publik.

Dalam konsep pertunjukannya, ROCK N ROLL THEATRE menyiapkan sejumlah lagu populer yang di-remake seperti “Rahasia Hati” dan “Cinta Sejati” dari Element, “Kasih Jangan Kau Pergi” dari Bunga, “Mobil Balap” dan “Benci Untuk Mencinta” dari Naif, “Bukannya Aku Takut” dari Juliette, serta “Terlalu Manis” dan “Kamu Harus Cepat Pulang” dari Slank.

Ferdy Tahier mengatakan, kekuatan ROCK N ROLL THEATRE salah satunya terletak pada karya-karya yang telah melekat dengan pendengar dari berbagai generasi.

“Sudah kita buktikan lagu-lagu kita itu didengar oleh lintas generasi. Jadi mudah-mudahan ROCK N ROLL THEATRE bisa menjadi sesuatu yang berbeda, karena kita membawa lagu-lagu yang sudah punya kenangan bagi banyak orang.”

Menurut Ferdy, kehadiran ROCK N ROLL THEATRE juga menjadi ruang bagi para musisi berpengalaman untuk tetap berkarya sekaligus mempertemukan musik lintas generasi dalam satu panggung.

“Jadi bukan sekadar membicarakan masa lalu atau nostalgia, tetapi bagaimana kita bisa terus berkarya dan menghadirkan sesuatu yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, Sembilan Tera hadir dengan karya terbaru berjudul “Second Choice”. Lagu yang ditulis dan diciptakan oleh Arie Axara tersebut mengangkat cerita tentang seseorang yang bertahan dalam sebuah hubungan meski menyadari dirinya bukanlah pilihan utama.

“Second Choice” membawa cerita mengenai perjalanan emosional dari berharap, menunggu, hingga akhirnya menerima dan melepaskan. Lagu tersebut dikemas dengan pendekatan alternative/emotional pop-rock, dengan perpaduan lirik berbahasa Indonesia dan Inggris.

Arie Axara menjelaskan, lagu tersebut lahir dari pengalaman emosional yang dekat dengan kehidupan banyak orang, terutama ketika seseorang berada dalam hubungan yang membuatnya harus terus menunggu untuk dipilih.

“Second Choice bercerita tentang seseorang yang sadar bahwa dirinya bukan pilihan utama, tetapi tetap bertahan karena masih berharap. Sampai akhirnya dia menyadari bahwa berhenti menunggu untuk dipilih juga merupakan sebuah bentuk keberanian,” kata Arie.

Menurut Arie, lagu tersebut tidak ingin menggambarkan perpisahan dengan kemarahan maupun penyesalan. Sebaliknya, “Second Choice” mencoba menghadirkan sisi penerimaan ketika seseorang akhirnya berani melepaskan hubungan yang tidak lagi memberikan ruang untuk dirinya.

“Tidak ada kemarahan, tidak ada penyesalan. Ada fase ketika kita harus menerima bahwa tidak semua hubungan harus dipertahankan. Kadang, melepaskan justru menjadi keputusan yang paling jujur untuk diri sendiri,” tuturnya.

Kolaborasi proyek ROCK N ROLL THEATRE dan Sembilan Tera di bawah Lokanada memperlihatkan dua pendekatan berbeda dalam berkarya. ROCK N ROLL THEATRE membawa pengalaman panjang para musisinya melalui repertoar lagu yang telah dikenal lintas generasi, sedangkan Sembilan Tera menawarkan karya baru dengan cerita yang lebih personal.

Keduanya menjadi bagian dari upaya menghadirkan karya musik yang tidak hanya mengandalkan nostalgia, tetapi juga membuka ruang bagi karya-karya baru untuk berkembang.

Bagi ROCK N ROLL THEATRE, panggung menjadi ruang untuk mempertemukan kembali para pencipta dan pemain lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia. Sementara bagi Sembilan Tera, “Second Choice” menjadi penanda perjalanan baru sekaligus upaya memperkenalkan karakter musik mereka kepada pendengar yang lebih luas.

Dengan dua proyek tersebut, Lokanada membawa dua wajah dalam satu ekosistem musik: kekuatan pengalaman para musisi senior sekaligus semangat eksplorasi dari karya-karya baru.*