LIPUTAN BANDUNG– Setelah viral di sosial media dan dipentaskan beberapa kali di Jakarta, Musikal Lutung Kasarung yang akan digelar di Bandung langsung sold out diserbu warga Bandung dan sekitarnya, hanya dua jam setelah penjualan tiket dimulai.
Musikal Lutung Kasarung dipentaskan di Serhaya Hall, Bandung pada 7-8 Februari 2026, siap menyapa penonton lintas generasi dengan cerita penuh nilai dan visual yang memikat.

Mengambil latar Kerajaan Pasir Batang, Lutung Kasarung mengisahkan tentang seekor monyet ajaib yang menolong Putri Purbasari, ketika sang kakak, Purbararang, berusaha merebut tahta dan menghapuskan hak Purbasari sebagai putri mahkota.
Baca Juga: Liburan Long Weekend di Bandung? Ini Pilihan Wisata Favorit yang Selalu Jadi Andalan
Hadir dalam format musikal panggung, Lutung Kasarung menghidupkan kembali kisah legenda nusantara asal Jawa Barat dalam balutan seni pertunjukan modern yang segar dan menghibur, tanpa meninggalkan akar budayanya.
Pertunjukan ini menghadirkan bintang-bintang muda berbakat seperti Gerry Gerardo, Nala Amrytha, Ara Ajisiwi, dan Uli Herdi.
Diproduksi oleh EKI Dance Company, musikal ini meramu unsur tari, musik, dan teater dalam gaya kekinian yang akrab bagi generasi sekarang. Bukan hanya menyuguhkan pertunjukan penuh warna, Musikal Lutung Kasarung juga membawa pesan moral tentang kesetiaan, keberanian, dan cinta yang tulus.
“Kisah Lutung Kasarung sendiri sudah sangat menarik, sehingga ketika kami menggali nilai-nilai yang ada di dalam kisah ini, banyak hal yang ternyata relate dengan kehidupan kita sehari-hari. Baik itu soal sibling rivalry, cinta, dan juga makna kecantikan,” ujar Ara Ajisiwi, sutradara Musikal Lutung Kasarung.
Baca Juga: Sanggraloka Ubud Menggerakkan Pariwisata Berkelanjutan dari Jantung Bali
Sebagai sutradara muda, Ara menjanjikan akan menyuguhkan pertunjukan yang atraktif dengan balutan teknologi, serta alur cerita yang dinamis sehingga cocok menjadi tontonan semua umur.
Ara menanggapi anggapan sebagian orang yang menilai cerita Lutung Kasarung terkesan ganjil, terutama soal konflik perebutan kerajaan yang dipicu adu kecantikan.
Menurutnya, justru di situlah daya tarik cerita tersebut. Jika ditarik ke konteks masa kini, kisah itu sangat relevan dengan realitas sosial modern.
Fenomena adu citra melalui filter, operasi plastik, hingga pencitraan di media sosial demi status dan kekayaan dinilai sebagai bentuk “Lutung Kasarung” versi kekinian. Hal itu disampaikan Ara saat konferensi pers di Gulapadi Serhaya, Jalan Asia Afrika, Senin (26/1/2016).
Lebih lanjut, Ara menjelaskan bahwa drama musikal ini memang dikemas ramah keluarga dengan sejumlah penyesuaian alur agar lebih dekat dengan penonton masa sekarang.
Meski demikian, nilai-nilai moral utama dalam cerita tetap dipertahankan sebagai roh utama pertunjukan.
Ia juga memastikan pertunjukan akan disajikan secara atraktif, didukung teknologi panggung modern serta alur cerita yang dinamis, sehingga dapat dinikmati oleh penonton dari berbagai rentang usia.
Di sisi lain, pemeran Purbasari, Nala Amrytha, mengungkapkan bahwa dirinya merasakan ikatan emosional yang kuat dengan karakter yang diperankannya.
Ia menilai kisah cinta antara Purbasari dan Lutung sarat dengan pesan yang sangat dekat dengan kehidupan manusia.
Nala menuturkan, sering kali seseorang memendam perasaan karena terjebak standar sosial. Rasa nyaman dan ketertarikan dipungkiri hanya karena sosok yang dicintai dianggap tidak sesuai dengan ekspektasi lingkungan.
Menurutnya, Purbasari berada dalam dilema tersebut. Padahal, ketulusan dan keindahan batinlah yang pada akhirnya mampu mematahkan kutukan dan mengubah segalanya.
Mengenai dipilihnya Bandung sebagai kota pertama pementasan Lutung Kasarung di luar Jakarta, Aiko Senosoenoto, Produser dari EKI Dance Company, mengungkapkan, “Warga Bandung yang makin maju dan modern, membutuhkan hiburan yang berkualitas. Fasilitas pertunjukan yang ada juga sudah sangat menunjang.
“karena itu kami siap menghibur Bandung! Antusiasme warga Bandung juga sangat luar biasa, tiket sold out sejak sebulan sebelumnya dan kami menambah jumlah show,”ujarnya.
Pertunjukan perdana Lutung Kasarung pada tahun 2024 di Galeri Indonesia Kaya yang viral di media sosial, dipentaskan kembali di Jakarta tahun 2025.
Pada pentas tahun lalu, tiket telah sold out sejak tiga bulan sebelum pertunjukan, hingga akhirnya dilakukan penambahan show sebanyak tiga sesi. Mengawali perjalanan Musikal Lutung Kasarung di Bandung, antusiasme penonton juga telah terasa hingga membuat penyelenggara juga menambah dua show di Serhaya Hall ini.
Musikal Lutung Kasarung adalah pertunjukan pertama yang digelar di Serhaya Hall yang baru diresmikan pada 7 Desember 2025.
Agung mengungkapkan antusiasmenya terhadap kerja sama dengan EKI Dance Company dalam pertunjukan Lutung Kasarung.
“Kami menyambut baik pertunjukan ini, terlebih lagi kisah yang diangkat berasal dari tanah Sunda, ditampilkan dalam format yang modern. Kami berharap Lutung Kasarung bisa menjadi hiburan edukatif yang dinikmati semua orang,” ungkap Agung.
Muhammad Farhan, Walikota Bandung, juga menyambut gembira hadirnya Musikal Lutung Kasarung di Bandung di Serhaya Hall, Kantor Pos jalan Asia Afrika, dengan memberikan dukungannya dalam sebuah video yang diluncurkan di media sosial, mengekspresikan bahwa pertunjukan yang digarap ini EKI Dance Company menarik untuk disaksikan warga Bandung dan sekitarnya.
Kehadiran Musikal Lutung Kasarung di Bandung bukan sekadar pertunjukan, tapi juga bentuk selebrasi budaya Indonesia dalam balutan estetika masa kini.
Dengan pendekatan yang segar dan pesan yang relevan, musikal ini jadi langkah penting untuk membawa seni pertunjukan Indonesia ke ruang yang lebih luas—terutama di kalangan muda.




