Viral di TikTok, RSHS Bandung Minta Maaf Usai Insiden Bayi Nyaris Dibawa Orang Tak Dikenal

oleh -12 Dilihat
Insiden bayi hampir terbawa orang tak dikenal di RSHS Bandung viral di TikTok. Pihak rumah sakit menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi resmi.
Insiden bayi hampir terbawa orang tak dikenal di RSHS Bandung viral di TikTok. Pihak rumah sakit menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi resmi. foto: tiktok@nindy5760

LIPUTAN BANDUNG – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan kisah seorang ibu asal Cicalengka bernama Nina Saleha (37) yang mengaku mengalami kejadian menegangkan saat menjemput bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Cerita tersebut menjadi viral setelah diunggah melalui platform TikTok pada 8 April 2026 dan menarik perhatian luas dari warganet.

Menanggapi viralnya peristiwa tersebut, pihak manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung (RSHS Bandung) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga pasien atas ketidaknyamanan yang dialami selama proses pelayanan kesehatan berlangsung.

Dalam keterangan resminya, manajemen RSHS Bandung menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan, khususnya dalam memastikan keamanan dan kenyamanan pasien, termasuk bayi yang sedang menjalani perawatan.

Baca Juga: Kasus Campak Masih Mengintai, Dinkes Bandung Ajak Warga Rutin Cek Kesehatan Gratis

Kronologi Bayi Dirawat karena Sakit Kuning

Berdasarkan penuturan Nina, bayinya awalnya lahir melalui proses persalinan di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran pada 1 April 2026. Beberapa hari setelah kelahiran, kondisi bayi mengalami gangguan kesehatan berupa penyakit kuning, sehingga memerlukan perawatan lanjutan.

Pada Minggu, 5 April 2026, bayi tersebut kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Selama lima hari menjalani perawatan di ruang rawat anak, kondisi bayi berangsur membaik hingga akhirnya dinyatakan siap pulang.

Saat hari kepulangan tiba, Nina dan suaminya sudah mempersiapkan kebutuhan bayi sejak pagi hari. Mereka menunggu proses administrasi selesai sebelum membawa pulang buah hati mereka.

Kejadian Mengejutkan Saat Kembali ke Ruang Perawatan

Peristiwa mengejutkan terjadi ketika Nina kembali ke ruang rawat setelah sempat keluar sebentar untuk makan bersama suaminya. Saat memasuki ruangan, ia melihat bayinya sudah berada di tangan seorang perempuan yang tidak dikenalnya.

Menurut Nina, perempuan tersebut tampak membawa bayinya tanpa ada pemberitahuan resmi kepada dirinya sebagai orang tua. Situasi tersebut membuatnya panik dan langsung mendekati wanita tersebut untuk memastikan identitas bayi.

Baca Juga: Inilah 7 Stasiun Tersibuk di Daop 2 Bandung Selama Angkutan Lebaran 2026, Bandung dan Kiaracondong Dominasi Pergerakan Penumpang

Ia mengaku mengenali bayinya dari pakaian dan selimut yang digunakan. Nina merasa sangat yakin bahwa bayi tersebut adalah anaknya karena seluruh perlengkapan bayi telah ia siapkan sendiri sejak pagi hari.

Wanita yang membawa bayi tersebut disebutkan sempat mengatakan bahwa anaknya juga dijadwalkan pulang, namun batal karena ditemukan masalah kesehatan pada paru-paru. Kondisi ini membuat Nina semakin khawatir karena merasa ada kesalahan dalam proses identifikasi pasien.

Firasat Buruk dan Reaksi Cepat Sang Ibu

Dalam ceritanya di media sosial, Nina juga menyebutkan bahwa sebelum kejadian berlangsung, ia sempat merasakan firasat tidak enak. Perasaan tersebut mendorongnya untuk segera kembali ke ruang perawatan.

Setibanya di ruangan, ia langsung mendapati bayinya sudah berada di tangan orang lain. Beruntung, bayi tersebut belum dibawa jauh dari lokasi perawatan sehingga bisa segera diamankan kembali.

Nina kemudian memanggil petugas perawat untuk meminta klarifikasi. Namun, ia mengaku mendapat penjelasan bahwa namanya sebenarnya sudah dipanggil sebelumnya, meskipun ia merasa tidak pernah menerima informasi tersebut.

Kejadian tersebut meninggalkan trauma bagi Nina dan keluarganya. Ia berharap pengalaman serupa tidak terjadi pada pasien lain di masa mendatang.

Respons dan Permohonan Maaf dari Pihak RSHS

Menanggapi insiden yang ramai diperbincangkan, manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada keluarga pasien.

Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa tim internal telah melakukan kunjungan langsung serta berkomunikasi dengan Nina Saleha guna membahas keluhan yang terjadi. Dari hasil komunikasi tersebut, permasalahan disebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Manajemen RSHS juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta memperkuat prosedur keamanan pasien. Evaluasi internal akan terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Selain itu, rumah sakit menegaskan pentingnya peningkatan koordinasi antara tenaga medis dan keluarga pasien, terutama dalam proses kepulangan pasien bayi yang membutuhkan sistem verifikasi ketat.

Harapan untuk Peningkatan Keamanan Pelayanan

Kasus yang viral ini menjadi pengingat pentingnya sistem identifikasi pasien yang lebih ketat di fasilitas kesehatan. Terutama pada unit perawatan bayi, di mana keamanan menjadi prioritas utama.

Nina berharap pengalaman yang ia alami dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, sehingga rumah sakit dapat memperbaiki sistem pelayanan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Peristiwa ini juga memicu perhatian publik mengenai pentingnya komunikasi yang jelas antara tenaga medis dan keluarga pasien agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun potensi risiko terhadap keselamatan pasien.