Hujan Deras di Bandung Picu 31 Pohon Tumbang dan Tanggul Jebol di Sejumlah Wilayah

oleh -189 Dilihat
Cuaca ekstrem melanda Bandung dan memicu puluhan kejadian darurat termasuk pohon tumbang dan banjir permukiman warga.
Cuaca ekstrem melanda Bandung dan memicu puluhan kejadian darurat termasuk pohon tumbang dan banjir permukiman warga.

LIPUTAN BANDUNG – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Kota Bandung pada Jumat, 3 April 2026. Peristiwa tersebut memicu berbagai kejadian darurat di sejumlah wilayah, mulai dari pohon tumbang hingga tanggul jebol yang menyebabkan banjir di kawasan permukiman warga.

Data sementara menunjukkan total 34 kejadian darurat terjadi dalam waktu relatif singkat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 kejadian merupakan pohon tumbang, dua baliho roboh, serta satu tanggul jebol yang memicu genangan air di kawasan pemukiman.

Rentetan kejadian pohon tumbang terjadi dalam rentang waktu siang hingga sore hari. Hujan deras yang turun disertai hembusan angin cukup kuat menyebabkan banyak pohon tidak mampu menahan tekanan angin. Akibatnya, sejumlah ruas jalan sempat terhambat oleh batang dan ranting pohon yang menutup akses.

Baca Juga: Hindari Tertinggal Kereta! Boarding di Stasiun Bandung dan Kiaracondong Ditutup 5 Menit Sebelum Berangkat

Beberapa ruas jalan utama di Kota Bandung menjadi lokasi terdampak, di antaranya Jalan Raya Kopo, Jalan Pajajaran, Jalan Sukajadi, serta kawasan Pasteur. Selain itu, laporan juga datang dari wilayah Ciumbuleuit dan Dago yang dikenal memiliki pepohonan besar di sepanjang jalan.

Di wilayah barat kota, kejadian serupa dilaporkan di Jalan Cibolerang dan Jalan Gunung Batu. Petugas harus bergerak cepat untuk memotong batang pohon yang menutup badan jalan agar arus lalu lintas kembali normal.

Tidak hanya pohon tumbang, kejadian robohnya baliho juga menjadi perhatian. Baliho pertama dilaporkan roboh di Jalan Purnawarman, tepatnya di depan kawasan pusat perbelanjaan. Sementara itu, baliho lainnya dilaporkan roboh di kawasan SPBU Cibolerang.

Selain itu, tanggul yang jebol di kawasan Babakan Ciparay menyebabkan genangan air yang masuk ke area permukiman warga. Air yang meluap dari tanggul tersebut sempat merendam sejumlah rumah sehingga warga membutuhkan bantuan petugas untuk membersihkan area terdampak.

Menanggapi kondisi tersebut, tim gabungan dari berbagai instansi langsung diterjunkan ke lapangan. Mereka melakukan penanganan mulai dari pembersihan pohon tumbang hingga pengamanan area rawan.

Koordinasi lintas instansi juga dilakukan, termasuk dengan pihak utilitas listrik. Hal ini penting untuk mengantisipasi gangguan listrik yang mungkin terjadi akibat pohon tumbang mengenai jaringan kabel.

Pemerintah Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca buruk masih berpotensi terjadi. Warga diharapkan tidak berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan deras dan angin kencang.

Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan resmi yang tersedia. Layanan darurat seperti 112, 113, dan 119 dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penanganan kejadian di lapangan.

Dengan kondisi cuaca yang masih belum stabil, kesiapsiagaan masyarakat dan petugas menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak kerusakan akibat cuaca ekstrem.