PLN Re-Energize GI Jampang Kulon, Perkuat Kelistrikan dan Buka Ruang Pertumbuhan Ekonomi Selatan Sukabumi

oleh -14 Dilihat
Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo, dan Vice President Efisiensi, Kualitas dan Pengukuran Distribusi Jawa, Madura, dan Bali PT. PLN (Persero) MX Wahyu C Prasetyo meresmikan pengoperasian kembali GI Jampang Kulon 150 KV
Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo, dan Vice President Efisiensi, Kualitas dan Pengukuran Distribusi Jawa, Madura, dan Bali PT. PLN (Persero) MX Wahyu C Prasetyo meresmikan pengoperasian kembali GI Jampang Kulon 150 KV

LIPUTAN BANDUNG – PT PLN (Persero) mengoperasikan kembali (re-energize) Gardu Induk (GI) Jampang Kulon 150 kV berkapasitas 1×60 MVA di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada 27 Agustus 2026. Infrastruktur ini memperkuat sistem kelistrikan sekaligus membuka ruang bagi pengembangan usaha, investasi, dan aktivitas ekonomi di wilayah Selatan Sukabumi.

GI Jampang Kulon didukung jaringan transmisi sepanjang 56,96 km, 88 titik tower, serta SUTT 150 kV PLTU Pelabuhan Ratu–Jampang Kulon. PLN juga telah menyiapkan empat jalur penyulang untuk mendukung penyaluran listrik kepada pelanggan.

Sebelum re-energize, fleksibilitas manuver jaringan di wilayah tersebut masih terbatas. Alternatif pasokan dari gardu induk lain membuat proses pemulihan membutuhkan waktu lebih panjang ketika terjadi gangguan. Dengan beroperasinya kembali GI Jampang Kulon, konfigurasi sistem menjadi lebih kuat dan fleksibel, dengan alternatif pasokan serta kemampuan manuver jaringan yang lebih optimal.

Baca Juga: Sambut Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Cimahi Dekatkan Layanan Lewat Edukasi Keselamatan Kelistrikan kepada Masyarakat

Penguatan tersebut dinilai penting bagi Kabupaten Sukabumi yang memiliki wilayah luas serta potensi ekonomi yang besar, khususnya di kawasan selatan. Salah satunya sektor kelautan yang ditopang garis pantai sepanjang 117 kilometer.

Wakil Bupati Sukabumi Andreas mengatakan kehadiran infrastruktur kelistrikan yang lebih kuat menjadi langkah penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, pelayanan publik, dan pembangunan daerah.

“Kehadiran gardu yang telah direvitalisasi dan ditingkatkan kapasitasnya agar lebih kuat, andal, dan siap melayani beban listrik yang terus bertambah merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Kabupaten Sukabumi. Listrik adalah urat nadi pembangunan, ketersediaan energi listrik yang andal tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, pelayanan publik, serta pembangunan daerah,” ujar Andreas.

Menurut Andreas, penguatan listrik juga dibutuhkan untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di kawasan pesisir, mulai dari perikanan hingga industri kecil dan UMKM.

“Wilayah kami yang panjang pantainya kurang lebih 117 kilometer pastinya banyak juga yang usaha di laut. Seperti usaha cold storage dan penyediaan es batu bagi nelayan yang potensinya luar biasa. Selain itu, ada tambak udang dan industri-industri kecil lainnya karena Sukabumi juga ada banyak UMKM,” tuturnya.

Vice President Efisiensi, Kualitas dan Pengukuran Distribusi Jawa, Madura, dan Bali PLN Wahyu C. Prasetyo mengatakan bahwa beroperasinya GI Jampang Kulon berkapasitas 1×60 MVA dengan empat jalur penyulang yang telah disiapkan PLN semakin membuka peluang bagi tumbuhnya usaha di sekitar wilayah tersebut.

Baca Juga: Nyalakan Harapan dari Kepedulian Pegawai, PLN UP3 Cimahi Hadirkan Listrik Gratis bagi Warga Kabupaten Bandung Barat

“Dengan energize-nya Gardu Induk Jampang Kulon 1×60 MVA yang sekarang sudah ada 4 jalur penyulang yang sudah disiapkan oleh teman-teman PLN, semakin membuka peluang usaha UMKM di sekitar,” katanya.

Wahyu juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, unsur Forkopimda, seluruh stakeholder, mitra kerja, dan insan PLN yang telah mendukung terwujudnya pengoperasian kembali GI Jampang Kulon.

“Bagi PLN, kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh unsur stakeholder merupakan bagian penting dalam memastikan pembangunan dan pengoperasian infrastruktur ketenagalistrikan. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada pihak yang telah memberikan kontribusi terbaiknya,” ujar Wahyu.

Dari sisi kesiapan sistem, General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan penguatan infrastruktur tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan kebutuhan listrik berjalan seiring dengan kesiapan jaringan.

“Kami ingin memastikan pertumbuhan kebutuhan listrik berjalan beriringan dengan kesiapan infrastrukturnya. Dengan sistem yang semakin kuat dan andal, PLN dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan membuka ruang bagi tumbuhnya berbagai potensi usaha di wilayah Selatan Jawa Barat,” katanya.

Joharifin menambahkan, karakter geografis Jawa Barat yang luas dan beragam membutuhkan perencanaan serta investasi infrastruktur yang berkelanjutan, termasuk untuk wilayah dengan tantangan geografis seperti Selatan Sukabumi.

“Jawa Barat memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik yang beragam. Karena itu, membangun sistem kelistrikan yang andal membutuhkan perencanaan, investasi infrastruktur, dan kolaborasi dengan banyak pihak. Kami terus memperkuat jaringan agar kebutuhan listrik masyarakat dapat dilayani, termasuk hingga wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis,” jelas Joharifin.

Pengoperasian GI Jampang Kulon merupakan hasil kerja PLN Group yang melibatkan PLN UIP JBT, PLN UPT Bogor, dan PLN UID Jawa Barat, bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan berbagai stakeholder.

Dengan beroperasinya GI Jampang Kulon, PLN berharap penguatan sistem kelistrikan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan pelanggan, pengembangan usaha, dan investasi di Selatan Sukabumi. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan energi dan ikut menggerakkan potensi ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.