Arbore Boutique Hotel Bandung Pilih Strategi Berbeda Hadapi Persaingan Hotel

oleh -8 Dilihat
Arbore Boutique Hotel Bandung Pilih Strategi Berbeda Hadapi Persaingan Hotel
Arbore Boutique Hotel Bandung Pilih Strategi Berbeda Hadapi Persaingan Hotel

LIPUTAN BANDUNG – Persaingan industri perhotelan di Bandung mendorong setiap pengelola untuk menemukan strategi yang sesuai dengan karakter bisnisnya. Tidak semua hotel harus bersaing melalui kemewahan fasilitas atau kapasitas bangunan. Konsep unik dan pelayanan personal justru dapat menjadi pembeda, seperti yang dikembangkan Arbore Boutique Hotel.

Hotel dengan 21 kamar ini memilih menyasar pelanggan yang mengutamakan suasana dan pengalaman menginap dengan karakter berbeda. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk membangun posisi di tengah banyaknya pilihan akomodasi di Bandung.

Arbore Boutique Hotel Bandung Pilih Strategi Berbeda Hadapi Persaingan Hotel
Arbore Boutique Hotel Bandung Pilih Strategi Berbeda Hadapi Persaingan Hotel

Manajer Arbore Boutique Hotel, R. Handojo Widodo, mengatakan pengelolaan hotel membutuhkan kombinasi antara kualitas pelayanan, pengembangan produk, dan pemasaran. Setiap properti memiliki potensi serta segmen pasar masing-masing sehingga tidak bisa menggunakan strategi yang sama.

“Tidak harus menantang arus dengan melawan hotel-hotel yang sudah lebih dahulu mapan. Kita perlu mencari keunikan dari apa yang sedang menjadi perhatian atau kebutuhan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Dodi tersebut, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: Arbore Boutique Hotel Bandung Tawarkan Penginapan Bernuansa Alam ala Bali

Menurutnya, hotel berskala kecil memiliki peluang untuk mengembangkan pendekatan pelayanan yang lebih dekat dengan tamu. Dengan jumlah kamar terbatas, pengelola dapat memberikan perhatian lebih terhadap detail pengalaman selama pelanggan menginap.

Namun, konsep berbeda saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan. Pengelola tetap harus memiliki perencanaan operasional, strategi pemasaran, dan evaluasi produk secara berkelanjutan.

Tantangan membangun citra baru

Arbore Boutique Hotel menghadapi pekerjaan tersendiri dalam memperkenalkan identitasnya kepada masyarakat. Sebelum menggunakan merek sekarang, properti tersebut pernah beroperasi dengan nama berbeda dan sempat mengalami masa vakum cukup lama.

Dodi mengatakan, perubahan konsep dan identitas hotel membutuhkan proses agar dapat diterima pasar. Masyarakat perlu mengetahui produk yang ditawarkan sekaligus mendapatkan alasan untuk kembali mempercayai properti tersebut.

“Dengan adanya konsep yang baru, ini sekaligus bisa membangun citra merek yang lebih baik daripada hotel sebelumnya. Namun, langkah pertama ini tidak mudah dilakukan,” katanya.

Operasional hotel ditangani Verta Hospitality sebagai operator. Selain bergerak dalam pengelolaan perhotelan, perusahaan tersebut juga menjalankan kegiatan pelatihan dan mengembangkan layanan penyelenggaraan acara.

Manajemen juga membangun strategi promosi melalui kerja sama dengan influencer dan key opinion leader (KOL), baik di tingkat lokal maupun nasional. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkenalkan karakter hotel kepada audiens yang lebih luas.

Selain itu, Arbore Boutique Hotel mulai menjajaki kemitraan dengan wedding organizer (WO) dan event organizer (EO). Gathering yang digelar pada Kamis (29/10/2026) menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan pihak hotel dengan para pelaku industri acara.

Melalui kerja sama tersebut, hotel ingin memperluas pemanfaatan fasilitas untuk intimate wedding, pesta ulang tahun, dan perayaan privat.

Pelayanan tidak sekadar mengikuti SOP

Dalam membangun pengalaman pelanggan, Dodi menilai kualitas pelayanan tidak cukup diukur dari terpenuhinya standar operasional.

Kebersihan, kerapian, dan respons terhadap kebutuhan tamu menjadi hal mendasar yang harus dijaga. Namun, perhatian terhadap detail juga diperlukan agar pengalaman menginap terasa lebih personal.

Beberapa bentuk pelayanan yang diterapkan antara lain dekorasi handuk untuk pasangan yang sedang berbulan madu dan ucapan khusus pada cermin untuk menyambut tamu atau merayakan ulang tahun.

Manajemen juga memberikan tanaman mini sebagai cendera mata ketika tamu menyelesaikan masa menginap. Pilihan tersebut disesuaikan dengan karakter hotel yang mengangkat unsur alam.

“Kadang pelayanan sudah berjalan sesuai SOP, tetapi belum tentu menyentuh hati tamu. Hal seperti itu yang coba kami hindari,” tuturnya.

Menurut Dodi, pengalaman pelanggan tidak selalu harus dibangun melalui fasilitas mahal. Perhatian sederhana yang diberikan secara konsisten justru dapat meninggalkan kesan tersendiri.

Evaluasi produk mengikuti kebutuhan pasar

Pengembangan bisnis juga dilakukan melalui evaluasi produk makanan dan minuman. Selain menyediakan sarapan untuk tamu menginap, Arbore Boutique Hotel mengoperasikan kafe dengan pilihan menu makanan dan minuman.

Dodi mengatakan, variasi makanan masih terus diuji untuk mengetahui selera pengunjung. Manajemen pernah menawarkan menu seperti sop buntut dan sop iga, kemudian mencoba alternatif lain, termasuk soto Padang.

“Kami masih mencari tahu apa yang sebenarnya diminati. Karena prosesnya berjalan, kami harus mencatat dan mengevaluasi,” ujarnya.

Dari sisi sumber daya manusia, hotel mengandalkan 12 staf untuk menjalankan kegiatan operasional dengan pembagian jadwal kerja. Koordinasi dan pembagian tanggung jawab menjadi penting agar kualitas pelayanan tetap terjaga.

Manajemen juga memberikan masukan kepada pemilik properti terkait desain interior, termasuk pencahayaan dan pemilihan warna. Nuansa alami, warna bumi, serta hijau menjadi pertimbangan untuk menciptakan suasana yang selaras dengan konsep hotel.

Dodi menyebut strategi pemasaran yang dilakukan mulai menunjukkan perkembangan. Pada akhir pekan, tingkat keterisian kamar disebut telah meningkat dan dalam sejumlah kesempatan seluruh 21 kamar dapat terisi.

Perkembangan tersebut menjadi modal bagi Arbore Boutique Hotel untuk terus memperkuat posisinya. Bagi hotel butik, kemampuan memahami kebutuhan pasar, menjaga konsistensi pelayanan, dan menawarkan pengalaman berbeda menjadi bagian penting dalam menghadapi persaingan perhotelan Bandung.