LIPUTAN BANDUNG – Telkom University menyelenggarakan Workshop Kurikulum untuk Persiapan Akreditasi LAMSPAK pada Kamis, 30 Juli 2026 di Hotel Novotel Bandung. Workshop ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat mutu pendidikan dan mempersiapkan akreditasi program studi menuju predikat unggul dengan memperbaharui kurikulum. Kegiatan diikuti oleh dosen dan pengelola Program Studi Sarjana dan Magister Ilmu Komunikasi. Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Puji Lestari, M.Si. merupakan seorang Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta sekaligus asesor LAMSPAK.
Workshop diawali dengan pemberian materi, review kurikulum, dan pendampingan dalam penyelarasan kurikulum sesuai kebijakan nasional terbaru, kebutuhan dunia industri, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Workshop secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Telkom University, Dr. Iis Kurnia Nurhayati.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi merupakan instrumen strategis dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan dan memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Workshop ini bertujuan untuk menyiapkan akreditasi dengan hasil unggul dengan menyinergikan kurikulum yang mengikuti kebutuhan industri dan masyarakat,” ujar Dr. Iis Kurnia Nurhayati.
Sebagai pembicara utama, Prof. Dr. Puji Lestari memaparkan berbagai perubahan kebijakan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI) yang perlu menjadi perhatian perguruan tinggi, khususnya implementasi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi beserta perubahan terbaru melalui Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026.
Prof. Puji menjelaskan bahwa regulasi terbaru menghadirkan sejumlah perubahan penting dibandingkan ketentuan sebelumnya. Pada aspek pembelajaran, Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 secara lebih tegas mengakomodasi pembelajaran inklusif, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pembelajaran lintas jalur, dan pembelajaran jarak jauh.
Kebijakan percepatan studi juga diperluas dari jenjang Sarjana ke Magister, Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga Magister ke Doktor bagi program studi yang telah terakreditasi unggul.
Selain itu, pemerintah mempertegas batas waktu akreditasi pertama program studi, mengatur mekanisme pembiayaan akreditasi, memperjelas masa jabatan Majelis Akreditasi dan Dewan Eksekutif BAN-PT, memperkuat persyaratan pendirian Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), mengatur tata kelola pengurus LAM agar tetap independen, serta mewajibkan LAM yang telah ada menyesuaikan bentuk badan hukumnya sesuai ketentuan terbaru.
Perubahan tersebut menunjukkan semakin kuatnya arah kebijakan pemerintah dalam membangun sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi yang lebih akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Menurut Prof. Puji Lestari, perubahan regulasi tersebut tidak hanya berdampak pada aspek tata kelola dan penjaminan mutu, tetapi juga harus direspon melalui pembaruan kurikulum di tingkat program studi.
“Perguruan tinggi perlu melakukan penyesuaian kurikulum agar selaras dengan kebijakan terbaru tersebut, sekaligus mampu menjawab kebutuhan dunia industri, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta transformasi digital.,” ujar Prof. Puji Lestari yang juga merupakan Asesor Akreditasi Institusi BAN-PT.
Workshop juga memberikan pendalaman mengenai Matriks Indikator Penilaian APS LAMSPAK 2.0, khususnya pada aspek kurikulum. Peserta memperoleh pemahaman mengenai kurikulum sebagai salah satu implementasi visi program studi. Peserta memperoleh pehaman mengenai penyusunan visi keilmuan (scientific vision) sebagai turunan dari visi fakultas dan universitas.
Selain itu juga dijelaskan aspek kurikulum yang terkait profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), mekanisme monitoring dan evaluasi ketercapaian CPL, CPMK, hingga penyusunan peta kurikulum yang menunjukkan keterkaitan antara mata kuliah dan CPL sebagai bukti implementasi kurikulum yang memenuhi indikator penilaian LAMSPAK yang mengacu pada standar penjaminan mutu PPEPP yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan.
Siklus ini merupakan inti dari Sistem Penjaminan mutu pendidikan. Lebih lanjut, narasumber juga menjelaskan implementasi Panduan Kurikulum ASPIKOM 2026 dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang wajib diacu oleh program studi.
Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan bahwa setiap mata kuliah memberikan kontribusi yang terukur mengenai kompetensi lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan IPTEK.
Sebagai asesor LAMSPAK, Prof. Dr. Puji Lestari menjelaskan bahwa keberhasilan memperoleh predikat akreditasi unggul tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga oleh konsistensi implementasi visi institusi dalam seluruh aktivitas akademik.
“Mendapatkan hasil unggul dalam akreditasi LAMSPAK salah satunya dapat dilihat dari implementasi visi, misi, tujuan, dan strategi yang tercermin dalam berbagai kegiatan akademik maupun non akademik,” jelas Prof. Puji Lestari.
Menurutnya, setiap indikator penilaian harus dibangun secara terpadu sehingga menunjukkan hubungan yang jelas antara visi, misi, standar perguruan tinggi yang mengacu pada SN Dikti, tercermin pada rencana strategi (renstra) terkait kurikulum, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, hingga kerja sama tingkat nasional dan internasional. Keselarasan tersebut menjadi indikator penting yang menunjukkan kualitas pendidikan.
Workshop tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan review kurikulum Program Studi Sarjana dan Magister Ilmu Komunikasi Telkom University.
Prof. Puji yang pernah menduduki jabatan Penjaminan Mutu Eksternal selama dua periode 2016-2020, 2020-2024 pada Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UPN “Veteran” Yogyakarta memberikan sejumlah rekomendasi strategis sebagai bagian dari proses peningkatan mutu berkelanjutan agar kurikulum semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan dunia industri, dan transformasi pendidikan tinggi.
Salah satu rekomendasi yang diberikan yaitu menyelaraskan susunan mata kuliah sesuai dengan visi keilmuan prodi.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, pendampingan penyusunan dokumen kurikulum, serta konsultasi langsung mengenai strategi pemenuhan indikator penilaian APS LAMSPAK 2.0.
Para peserta juga memeroleh kesempatan untuk mendiskusikan berbagai tantangan implementasi kurikulum berbasis OBE dan penyelarasan dokumen akademik dengan regulasi terbaru.
Melalui penyelenggaraan Workshop Kurikulum ini, Telkom University menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui pengembangan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran dan capaian lulusan.
Integrasi kebijakan SN DIKTI, instrumen APS LAMSPAK 2.0, kurikulum berbasis OBE, serta rekomendasi hasil review kurikulum menjadi langkah strategis dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul, relevan dengan kebutuhan dunia industri, serta mampu menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan transformasi digital di tingkat nasional maupun global.






