LIPUTAN BANDUNG– Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKSI) Telkom University menggelar Coaching Clinic Proposal Hibah Penelitian Eksternal pada Jumat, 31 Juli 2026 di Hotel Novotel Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam meningkatkan kapasitas dosen untuk menghasilkan proposal penelitian yang kompetitif dan mampu memperoleh pendanaan dari berbagai lembaga eksternal.
Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Telkom University, Dr. Martha Tri Lestari. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan coaching clinic diharapkan dapat menjadi momentum untuk membangun budaya riset yang semakin kuat di lingkungan fakultas.
“Harapannya kegiatan ini dapat membuka semangat baru bagi seluruh dosen, dan membuka peluang agar para pengusul dari Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial semakin bertambah,” ujar Dr. Martha Tri Lestari.

Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Puji Lestari dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta membagikan pengalaman sekaligus strategi dalam menyusun proposal hibah penelitian yang memiliki daya saing tinggi. Menurutnya, keberhasilan memperoleh hibah penelitian eksternal tidak hanya berkaitan dengan pendanaan penelitian, tetapi juga menjadi indikator kualitas akademik seorang dosen.
“Pencapaian Hibah penelitian eksternal itu sebagai salah satu penanda kualitas kompetensi dosen dalam mengembangkan keilmuan. Hasil riset dapat diimplementasikan di masyarakat maupun di dunia industri serta untuk pembelajaran. Kepakaran dosen akan diuji dari aktivitas riset yang didanai oleh pihak luar kampus, sehingga dosen harus termotivasi melakukan pengajuan hibah penelitian.
Ketika dosen menghasilkan luaran penelitian termasuk publikasi ilmiah, ini dapat mendukung kenaikan jabatan fungsional, ungkap Prof. Puji Lestari penerima hibah penelitian Dikti 16 tahun berturut-turut sebanyak 20 judul penelitian hingga tahun 2026.
Lebih lanjut, Prof. Puji menjelaskan bahwa proposal hibah yang kompetitif harus mampu menunjukkan gap, kebaruan (novelty), dan metodologi yang relevan dalam memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat atau dunia industri. Selain itu, dosen juga perlu memahami karakteristik setiap skema pendanaan agar proposal yang diajukan sesuai dengan tujuan program hibah.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik penyusunan proposal hibah, strategi meningkatkan peluang lolos pendanaan, hingga berbagai kesalahan yang kerap ditemukan oleh reviewer. Sesi diskusi dan konsultasi juga dimanfaatkan peserta untuk mendapatkan masukan langsung terhadap gagasan penelitian yang sedang disusun. Total ada 17 proposal yang sebelumnya sudah diserahkan dan direview oleh Prof. Puji, baik untuk hibah DPPM Dikti, RIIM hibah BRIN, LPDP, maupun beberapa hibah penetian internasional. Hasil review dan diskusi digunakan untuk perbaikan proposal agar lolos pendanaan.
Melalui penyelenggaraan Coaching Clinic Proposal Hibah Penelitian Eksternal, Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Telkom University berharap semakin banyak dosen yang aktif mengikuti kompetisi hibah penelitian tingkat nasional maupun internasional. Peningkatan jumlah peraih hibah eksternal diharapkan tidak hanya memperkuat produktivitas riset dosen, tetapi juga meningkatkan reputasi akademik fakultas dan Telkom University sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dalam penelitian dan inovasi.






