LIPUTAN BANDUNG – Telkom University melalui Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelatihan Public Speaking bagi Anggota PKK Bojongsoang untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Efektivitas Komunikasi”.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kapasitas komunikasi anggota PKK dalam menyampaikan informasi, memimpin forum, serta mengajak masyarakat berpartisipasi dalam berbagai program sosial dan pemberdayaan keluarga.

Pelatihan ini menyasar anggota TP PKK Desa Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang selama ini aktif dalam kegiatan penyuluhan, pertemuan warga, posyandu, rapat koordinasi, serta forum desa dan kecamatan. Ketua tim pengabdian, Almira Shabrina, S.I.Kom., M.A., menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata anggota PKK dalam meningkatkan keberanian berbicara di depan umum.
“Kemampuan public speaking sangat penting bagi anggota PKK karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu peserta agar lebih percaya diri, mampu menyusun pesan secara runtut, serta menyampaikan informasi dengan jelas dan meyakinkan,” ujar Almira.
Kegiatan pelatihan dirancang dengan pendekatan partisipatif dan berbasis praktik. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar public speaking, teknik mengatasi gugup, penguatan kepercayaan diri, teknik vokal, artikulasi, intonasi, bahasa tubuh, kontak mata, serta struktur penyampaian pesan yang efektif.
Pelatihan juga dilengkapi dengan simulasi berbicara dalam konteks kegiatan PKK, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan materi sesuai situasi yang sering mereka hadapi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menggunakan format workshop interaktif dengan komposisi 30% teori dan 70 % praktik. Peserta diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri, menyampaikan pidato singkat, mensimulasikan peran sebagai MC kegiatan, serta menyampaikan laporan kegiatan secara lisan.
Metode ini dipilih agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga berani mencoba, menerima umpan balik, dan memperbaiki cara berkomunikasi secara bertahap. Dr. Husnita, S.E., M.Si.,selaku narasumber sekaligus anggota tim menjelaskan bahwa tantangan utama dalam public speaking sering kali bukan hanya soal kemampuan berbicara, tetapi juga keberanian untuk tampil.
“Banyak orang sebenarnya mampu berbicara, tetapi belum percaya diri saat berada di depan forum. Karena itu, pelatihan ini Internal dibuat dengan suasana yang ringan, suportif, dan praktis agar peserta merasa aman untuk mencoba,” jelas Husnita.
Selain memberikan materi dan praktik, kegiatan ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan. Tim pengabdian menyiapkan materi ringkas atau panduan sederhana yang dapat digunakan kembali oleh anggota PKK sebagai referensi praktis.
Dengan demikian, manfaat pelatihan diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas organisasi sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, anggota PKK Bojongsoang diharapkan semakin mampu menjadi komunikator yang efektif di lingkungan masyarakat.
Peningkatan kapasitas komunikasi diharapkan berdampak pada penyampaian program yang lebih optimal, meningkatnya partisipasi warga, serta terciptanya interaksi yang lebih terbuka dan partisipatif dalam kegiatan kemasyarakatan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga sejalan dengan komitmen Telkom University dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas komunikasi, pendidikan berkualitas, dan pengembangan potensi komunitas lokal secara berkelanjutan.






