CCTV Rusak Saat Demo Jakarta, Pramono Minta Pelaku Segera Dicari

oleh -7 Dilihat
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. foto: IG@pramonoanung
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. foto: IG@pramonoanung

LIPUTAN BANDUNG – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mendalami kerusakan sejumlah kamera pengawas atau CCTV yang terjadi saat aksi demonstrasi pada Kamis, 27 Agustus. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan tersebut segera ditemukan.

Pramono mengatakan salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Pejompongan. Ia meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta melakukan penelusuran untuk mengetahui kronologi sekaligus mencari pelaku perusakan.

Menurut Pramono, kerusakan CCTV memang terjadi, tetapi kondisi tersebut berbeda dengan isu yang menyebut pemerintah sengaja mematikan kamera pengawas ketika demonstrasi berlangsung.

Baca Juga: Live Streaming PERSIB vs Manila Digger: Saksikan Laga Penentu ACL Two Malam Ini

Ia memastikan sistem CCTV milik Pemprov DKI tetap termonitor. Pemerintah juga memiliki data yang dapat digunakan untuk mengetahui kondisi sistem pengawasan saat aksi berlangsung.

“Tidak benar bahwa ada upaya untuk mematikan CCTV,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin.

Pramono menilai secara keseluruhan fasilitas publik di Jakarta dapat berjalan dengan baik selama berlangsungnya aksi.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menyamakan kerusakan akibat ulah oknum dengan tindakan sengaja mematikan sistem pengawasan.

Sebelumnya, Pramono telah memberikan instruksi kepada Kepala Diskominfotik DKI Jakarta Marulina Dewi untuk mencari pihak yang melakukan perusakan CCTV.

Apabila identitas pelaku telah diketahui, Pramono meminta kasus tersebut ditindaklanjuti melalui jalur hukum. Menurutnya, fasilitas publik merupakan aset yang digunakan untuk kepentingan masyarakat sehingga tidak boleh dirusak.

Di sisi lain, Pramono menegaskan bahwa pemerintah tetap menghormati hak masyarakat untuk melakukan demonstrasi.

Penyampaian aspirasi merupakan bagian dari sistem demokrasi dan diperbolehkan selama dilakukan sesuai aturan.

Ia menyayangkan apabila aksi penyampaian pendapat justru diwarnai perusakan fasilitas maupun tindakan anarkis.

Pramono berharap demonstrasi tetap berlangsung secara tertib sehingga pesan dan aspirasi masyarakat dapat disampaikan tanpa menimbulkan kerugian terhadap fasilitas umum.

Pemprov DKI kini masih melakukan pendalaman terhadap kerusakan CCTV yang terjadi dalam aksi tersebut.

Hasil penelusuran nantinya diharapkan dapat mengungkap pihak yang melakukan perusakan.