Kerusuhan May Day Bandung 2026: Aksi Anarko Rusak 75 persen Fasilitas Lalu Lintas di Dago

oleh -12 Dilihat
Kerusuhan May Day Bandung 2026: Aksi Anarko Rusak 75% Fasilitas Lalu Lintas di Dago
Kerusuhan May Day Bandung 2026: Aksi Anarko Rusak 75% Fasilitas Lalu Lintas di Dago

LIPUTAN BANDUNG– Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung pada Jumat, 1 Mei 2026 awalnya berlangsung kondusif. Sejak pagi hingga sore hari, situasi terpantau aman dengan pengamanan ketat dari aparat gabungan. Namun kondisi berubah drastis saat malam hari, ketika kericuhan pecah di kawasan Dago Cikapayang yang diduga melibatkan kelompok Anarko.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menjelaskan bahwa pengamanan telah dipersiapkan secara matang melalui apel gabungan di Polrestabes Bandung sejak pukul 08.00 WIB. Personel dari Satpol PP, TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan di sejumlah titik strategis, terutama di sekitar Gedung Sate dan DPRD Jawa Barat.

Sepanjang pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, kondisi relatif aman. Tidak terlihat adanya pergerakan massa dalam jumlah besar. Aktivitas masyarakat berjalan normal, meskipun aparat tetap bersiaga mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Baca Juga: 5 Dirty Latte Enak di Bandung yang Lagi Viral, Wajib Dicoba Pecinta Kopi!

Menjelang sore, sekitar pukul 16.30 WIB, sekelompok massa mulai melakukan aksi orasi di sekitar lampu merah Gedung Sate. Aksi tersebut sempat diwarnai pembakaran ban, namun tidak berlangsung lama. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib tanpa menimbulkan gangguan berarti.

Situasi mulai memanas pada pukul 18.00 WIB di kawasan Dago Cikapayang. Menurut Bambang, kelompok yang diduga bagian dari Anarko mulai melakukan tindakan anarkis dengan membakar ban dan water barrier. Kericuhan semakin membesar setelah massa dari arah Jalan Tamansari bergabung.

Kelompok tersebut juga diduga melakukan sweeping terhadap pengguna jalan dan membawa benda berbahaya seperti bom molotov. Kondisi ini membuat situasi menjadi tidak terkendali dalam waktu singkat.

Aparat kepolisian dari Brimob bergerak cepat sekitar pukul 19.00 WIB untuk membubarkan massa. Dengan tindakan tegas, aparat berhasil memukul mundur kelompok tersebut. Sementara itu, tim pemadam kebakaran langsung dikerahkan untuk memadamkan api agar tidak merembet ke area lain.

Dari sisi infrastruktur, kerusakan cukup signifikan terjadi di simpang Balubur Tamansari. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyebutkan bahwa lampu lalu lintas (APILL) serta jaringan fiber optic mengalami kerusakan hingga 75 persen.

Kerugian akibat kerusakan tersebut diperkirakan mencapai Rp400 juta. Meski demikian, pihak Dishub langsung melakukan langkah darurat agar sistem lalu lintas tetap berfungsi meskipun dalam kondisi terbatas.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, mengungkapkan bahwa sejumlah orang telah diamankan terkait insiden tersebut. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui identitas serta motif para pelaku.

Ia menegaskan bahwa aksi tersebut tidak berkaitan dengan agenda resmi peringatan Hari Buruh. Menurutnya, kelompok tersebut tidak menyampaikan aspirasi, melainkan langsung melakukan tindakan perusakan fasilitas publik.

Pemerintah Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum. Kerusakan yang terjadi tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan warga.