LIPUTAN BANDUNG – Pemain Persib Marc Klok memberikan klarifikasi tegas terkait tuduhan rasisme yang ditujukan kepadanya usai pertandingan Persib melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan telah merugikan nama baik serta reputasinya sebagai atlet profesional.
Dalam pernyataan resminya, gelandang serang Persib Marc Klok menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan atau ucapan bernuansa rasis ke Bhayangkara FC.
Terkait dugaan rasis saat Persib vs Bhayangkara ini Marc Klok menilai penyebaran informasi yang tidak benar mengenai dirinya merupakan hal yang tidak dapat diterima dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif di publik.
Baca Juga: Rental Motor Murah Bandung Kini Lebih Mudah dengan Hadirnya rentalaja
Sepanjang kariernya, ia mengaku selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan, rasa hormat, serta profesionalisme, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Ia juga menekankan bahwa dirinya telah lama berinteraksi dengan pemain dari berbagai latar belakang budaya dan kebangsaan tanpa pernah ada masalah serupa.
Menurutnya, rekan setim, pelatih, serta orang-orang yang mengenalnya secara pribadi memahami karakter dan nilai yang selama ini ia pegang.
Ia juga menyebut bahwa dirinya selalu berusaha menjadi contoh yang baik di setiap kesempatan.
Kronologi insiden bermula saat pertandingan berlangsung sengit. Ketika timnya tertinggal dan berusaha mengejar skor, terjadi momen ketika salah satu pemain lawan menahan bola setelah gol tercipta.
Baca Juga: Grand Dafam Braga Bandung Raih Penghargaan ‘The Best Heritage Hotel 2026’
Dalam situasi tersebut, ia meminta bola untuk segera melanjutkan permainan.
Ucapan yang ia lontarkan, menurut pengakuannya, adalah “Give me the ball back.” Namun, ucapan tersebut disalahartikan oleh pemain lawan sebagai kata yang bernuansa rasis.
Setelah pertandingan, kedua pemain sempat berbicara secara langsung. Pemain lawan kemudian meminta maaf karena mengakui adanya kesalahpahaman dalam komunikasi tersebut.
Ia juga menyebut bahwa rekan setim dan pelatih dari pihak lawan memahami situasi sebenarnya.
Namun demikian, ia menyayangkan sikap manajer tim lawan yang tetap melontarkan tuduhan rasisme, bahkan di area lorong stadion hingga setelah pertandingan berakhir.
Ia menilai tindakan tersebut telah melampaui batas sportivitas dalam sepak bola.
Pemain tersebut mengaku merasa terluka atas tuduhan yang tidak berdasar tersebut. Ia pun telah meminta agar tuduhan itu dihentikan, namun tidak mendapat respons yang diharapkan.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan klarifikasi, ia kini meminta permintaan maaf resmi dari pihak Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran penting tentang pentingnya klarifikasi sebelum menyebarkan tuduhan.
Ia juga mengajak semua pihak untuk menjaga nilai sportivitas dan saling menghormati dalam dunia sepak bola, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.





