BI dan AstraPay Perkuat Literasi Pembayaran Digital untuk Percepat Transformasi UMKM di Jawa Barat

oleh -8 Dilihat
BI dan AstraPay Perkuat Literasi Pembayaran Digital untuk Percepat Transformasi UMKM di Jawa Barat
BI dan AstraPay Perkuat Literasi Pembayaran Digital untuk Percepat Transformasi UMKM di Jawa Barat

LIPUTAN BANDUNG – AstraPay bersama Bank Indonesia terus memperkuat edukasi pembayaran digital guna mempercepat digitalisasi UMKM sekaligus membangun ekosistem ekonomi digital yang semakin inklusif.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Media Gathering dan Workshop dalam rangka peringatan enam tahun AstraPay yang menghadirkan regulator, pelaku UMKM, industri pembayaran digital, dan insan media di Kota Bandung.

Presiden Direktur AstraPay, Rina Apriana, menegaskan bahwa literasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan pembayaran digital.

Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan memiliki peran yang sama penting dalam memperluas adopsi QRIS, mulai dari penyedia layanan, regulator, media, hingga pelaku usaha.

Baca Juga: Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga Banyuwangi

“AstraPay ingin membangun kolaborasi yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga manfaat pembayaran digital semakin dirasakan, khususnya oleh UMKM,” ujarnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Naniek Sekarningsih, mengungkapkan Jawa Barat saat ini menjadi provinsi dengan jumlah pengguna QRIS terbesar di Indonesia.

Hingga Mei 2026, jumlah pengguna QRIS di Jawa Barat telah mencapai sekitar 14,17 juta pengguna atau sekitar 22,49 persen dari total pengguna nasional. Sementara jumlah merchant QRIS mencapai sekitar 10,45 juta atau 22 persen dari total merchant nasional dengan nilai transaksi mencapai Rp163,74 triliun.

Baca Juga: Auto2000 Bandung Buktikan Ketangguhan Toyota Veloz Hybrid HEV di Jalanan Kota Bandung, Akselerasi Responsif dan Irit BBM

Naniek menjelaskan sekitar 65 persen merchant QRIS berasal dari sektor usaha mikro. Kondisi tersebut menunjukkan digitalisasi memiliki peran besar dalam meningkatkan daya saing UMKM, termasuk membuka akses terhadap pembiayaan, memperluas pasar, dan meningkatkan produktivitas usaha.

Sementara itu, Komisaris AstraPay Peter Jacobs menilai Indonesia telah berkembang menjadi salah satu negara dengan sistem pembayaran digital yang sangat maju.

Namun, peningkatan literasi tetap diperlukan agar masyarakat memahami cara menggunakan layanan digital secara aman dan terhindar dari berbagai bentuk penyalahgunaan.

Menurut Peter, media memiliki kontribusi besar dalam menyampaikan informasi yang benar mengenai manfaat pembayaran digital sehingga kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem ekonomi digital terus meningkat.