BPJS Kesehatan Serap Aspirasi Media Bandung, Layanan JKN Jadi Fokus Utama

oleh -10 Dilihat
BPJS Kesehatan Serap Aspirasi Media Bandung, Layanan JKN Jadi Fokus Utama
BPJS Kesehatan Serap Aspirasi Media Bandung, Layanan JKN Jadi Fokus Utama

LIPUTAN BANDUNG– BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kalangan media. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar audiensi dan forum serap aspirasi bersama komunitas jurnalis di Kota Bandung, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dari unsur tokoh masyarakat, dr. Lula Kamal, bersama Asisten Deputi Bidang SDM Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan, Ropik Patriana, menjadi wadah untuk menghimpun berbagai masukan terkait penyelenggaraan Program JKN. Aspirasi dari komunitas media ini akan menjadi bahan evaluasi dalam upaya meningkatkan kualitas layanan BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan Serap Aspirasi Media Bandung, Layanan JKN Jadi Fokus Utama
BPJS Kesehatan Serap Aspirasi Media Bandung, Layanan JKN Jadi Fokus Utama

Dalam sambutannya, dr. Lula Kamal menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan Program JKN. Selain menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat, media juga menjadi penghubung antara peserta dengan penyelenggara layanan kesehatan melalui berbagai masukan dan keluhan yang diterima di lapangan.

“Media merupakan mitra penting karena memiliki kedekatan dengan masyarakat. Banyak persoalan pelayanan kesehatan yang pertama kali muncul melalui pemberitaan maupun laporan jurnalis. Karena itu kami ingin mendengar langsung pandangan dan masukan dari rekan-rekan media,” ujarnya.

Forum tersebut diikuti perwakilan Komunitas Pewarta Balaikota Bandung (PBB) dan Jurnalis Lifestyle Bandung (JLB).

Diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat berbagai isu, mulai dari efektivitas sosialisasi Program JKN, tingkat literasi masyarakat mengenai hak dan kewajiban peserta, hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Ketua Jurnalis Lifestyle Bandung, Dini Budiman, menilai edukasi mengenai hak dan kewajiban peserta JKN masih perlu diperluas melalui berbagai platform komunikasi, baik media online, video digital, maupun media sosial.

Menurutnya, penyebaran informasi yang lebih masif dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar iuran secara rutin, bukan hanya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

Selain itu, Dini berharap BPJS Kesehatan dapat lebih sering mengadakan sosialisasi kepada komunitas wartawan.

Mengingat profesi jurnalis memiliki mobilitas tinggi dan jam kerja yang tidak menentu, perlindungan melalui jaminan kesehatan menjadi kebutuhan yang sangat penting.

Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan berbagai inovasi layanan digital yang telah dikembangkan untuk mempermudah akses peserta.

Layanan tersebut meliputi Aplikasi Mobile JKN, layanan administrasi melalui PANDAWA via WhatsApp di nomor 0811-8165-165, serta Care Center 165 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi maupun layanan administrasi.

Di Jawa Barat, BPJS Kesehatan juga terus memperluas jaringan pelayanan. Saat ini terdapat 3.103 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 485 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), dan 973 fasilitas kesehatan penunjang yang telah bekerja sama sebagai mitra BPJS Kesehatan.

Melalui kolaborasi dengan komunitas media, BPJS Kesehatan berharap penyebaran informasi mengenai Program JKN semakin luas, literasi masyarakat meningkat, serta kualitas pelayanan kesehatan dapat terus berkembang sesuai kebutuhan peserta di seluruh Indonesia.