Pasar Hejo 2026: Living Lab Edukasi Lingkungan yang Dihadiri Ribuan Pengunjung

oleh -9 Dilihat
Pasar Hejo 2026 di Kota Baru Parahyangan hadirkan edukasi lingkungan, bazaar sehat, dan konsep zero waste untuk gaya hidup berkelanjutan.
Pasar Hejo 2026 di Kota Baru Parahyangan hadirkan edukasi lingkungan, bazaar sehat, dan konsep zero waste untuk gaya hidup berkelanjutan.

LIPUTAN BANDUNG – Memperingati momentum Hari Bumi, Komunitas Hayu Hejo (KHH) dengan dukungan penuh manajemen Kota Baru Parahyangan (KBPa) resmimembuka gelaran Pasar Hejo 2026 di Bumi Hejo. Mengusung tema filosofis “Pasar Hejo ti Bumi Hejo keur Ngahejokeun Bumi”, acara ini hadir sebagai living lab (laboratorium hidup) untuk menginspirasi masyarakat beralih ke gaya hidup yang selaras dengan alam.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kabupaten Bandung Barat, Ahmad Fauzan Azima, S.Sos., MH pada Sabtu, 25 April 2026.

Turut hadir memberikan dukungan langsung Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
Bandung Barat,  Zamilia Floreta, SP., M.SI; Camat Padalarang,  Hendi Setiyadi, S.STP., M.Si; serta Direktur Kota Baru Parahyangan,  Ryan Brasali.

Baca Juga: Rental Motor Murah Bandung Kini Lebih Mudah dengan Hadirnya rentalaja

Antusiasme Tinggi dan Edukasi Nyata

Tercatat hampir 9.000 pengunjung memadati Pasar Hejo 2026 selama 2 hari penyelenggaraan. Para pengunjung tampak antusias mengeksplorasi berbagai zona, mulai dari bazaar makanan sehat, area edukasi lingkungan, komunitas pengelolaan sampah, hingga stan produk tanaman yang menghadirkan komunitas anggrek dan yayasan sukun. Pengunjung juga ikut serta dalam kegiatan workshop, talkshow, lomba, permainan anak tempo dulu hingga olahraga taichi.

Pasar Hejo 2026 menjadi wadah strategis bagi Komunitas Hayu Hejo untuk mengedukasi warga Kota Baru Parahyangan dan masyarakat sekitar mengenai gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.

Edukasi ini diwujudkan melalui komposisi kegiatan yang terstruktur: 40% pameran/bazaar, 30% workshop, dan 30% talkshow. Hal ini mempertegas posisi Kota Baru Parahyangan sebagai pemimpin pengembangan kota mandiri yang hijau secara visual dan juga substantif dalam perilaku penghuninya.

Komitmen Zero Waste Event

Sebagai bentuk aksi nyata, event ini menerapkan konsep pengelolaan sampah terintegrasi (Event Waste Management). Pengunjung secara aktif diingatkan untuk memilah sampah melalui fasilitas tempat sampah terpilah yang tersedia di berbagai titik, serta memanfaatkan drop box plastik dan sistem tukar sampah.

Guna menekan penggunaan plastik sekali pakai, pengunjung disarankan membawa botol minum (tumbler) sendiri. Panitia menyediakan fasilitas pengisian ulang air minum gratis yang didukung oleh sebuah perusahaan penjernih air asal korea selatan. Hal ini sejalan dengan visi meminimalkan limbah kemasan di area acara.

Sinergi untuk Masa Depan Hijau

“Pasar Hejo 2026 adalah momentum bagi kita untuk mengubah kesadaran pasif menjadi partisipasi aktif dalam menjaga kelestarian bumi bagi generasi mendatang," ujar Rochani Sri Herni Astuti, Ketua Komunitas Hayu Hejo sekaligus menjadi Wakil Ketua Panitia Pasar Hejo 2026.

Rangkaian kegiatan menarik seperti green talkshow, workshop Eco Print, Pembuatan Sabun dari Jelantah, serta penampilan seni budaya Angklung menjadikan Pasar Hejo sebagai wadah kolaborasi semua pihak untuk gerakan pelestarian lingkungan.

Tentang Kota Baru Parahyangan (KBPa): Kota mandiri berkelanjutan pertama di Bandung Barat yang mengintegrasikan modernitas dengan keasrian alam. Melalui pilar Mandiri, Madani, dan Alami, KBPa berkomitmen menciptakan kawasan hunian yang selaras dengan ekosistem.

Tentang Komunitas Hayu Hejo (KHH): Mitra strategis KBPa yang selama satu dekade terakhir
konsisten bergerak di garda terdepan dalam menjaga integritas ekosistem kawasan melalui edukasi dan pemberdayaan warga dan komunitas.