LIPUTAN BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung tengah mengkaji kemungkinan menghapus tarif masuk kawasan Taman Tegalega yang selama ini dikenakan sebesar Rp2.000 per orang. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap ruang publik yang nyaman, aman, dan inklusif.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, retribusi masuk Taman Tegalega saat ini masih memiliki dasar hukum berupa Peraturan Wali Kota (Perwal). Karena itu, proses penghapusan tarif harus melalui kajian terlebih dahulu agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut Farhan, ruang publik merupakan fasilitas yang harus dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat tanpa hambatan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung berupaya mencari solusi agar warga bisa mengakses Taman Tegalega secara gratis tanpa mengganggu pengelolaan kawasan.
Baca Juga: Industry Night Hadir di Bandung, Kolaborasi Pelaku Industri FnB, Hospitality dan Industri Kreatif
Taman Tegalega selama ini dikenal sebagai salah satu ruang terbuka hijau terbesar di Kota Bandung. Kawasan tersebut menjadi tempat favorit warga untuk berolahraga, bersantai, hingga berkumpul bersama keluarga. Setiap akhir pekan, jumlah pengunjung meningkat karena banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Farhan menjelaskan bahwa rencana menggratiskan akses masuk bukan berarti mengabaikan kebutuhan operasional taman. Pemerintah tetap akan memastikan kebersihan, keamanan, serta perawatan fasilitas publik berjalan dengan baik.
Selain menjadi ruang terbuka hijau, Taman Tegalega juga memiliki berbagai fungsi lain. Di dalam kawasan tersebut terdapat sarana olahraga, area usaha masyarakat, hingga fasilitas pendukung lainnya. Kondisi ini membuat pemerintah perlu melakukan penataan agar seluruh aktivitas dapat berjalan harmonis.
Menurutnya, ruang publik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga perkotaan. Kehadiran taman kota tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menjadi sarana interaksi sosial yang mendukung kesehatan fisik dan mental masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kota Bandung terus berupaya meningkatkan kualitas ruang publik agar semakin nyaman digunakan. Kajian terhadap tarif masuk Taman Tegalega menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Jika kebijakan ini terealisasi, masyarakat diharapkan dapat menikmati fasilitas ruang terbuka hijau secara lebih leluasa. Selain meningkatkan akses warga terhadap ruang publik, kebijakan tersebut juga berpotensi meningkatkan aktivitas sosial dan ekonomi di sekitar kawasan taman.
Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa keputusan terkait penghapusan tarif masuk akan diambil setelah seluruh aspek regulasi dan pengelolaan kawasan selesai dikaji secara menyeluruh. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan Taman Tegalega.





