LIPUTAN BANDUNG – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan ketenagalistrikan, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bandung Barat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan di SMA Trinitas Bandung.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi cuaca di wilayah Bandung yang saat ini tengah mengalami curah hujan tinggi, yang berpotensi menimbulkan berbagai risiko seperti banjir, korsleting listrik, hingga gangguan instalasi kelistrikan.

Oleh karena itu, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa, siswi, serta tenaga pendidik mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal terhadap bahaya listrik.
Baca Juga: PLN ULP Bandung Selatan Tinjau Siaga Kelistrikan di Dayeuhkolot Terdampak Banjir
Dalam kegiatan tersebut, PLN memberikan edukasi terkait potensi bahaya listrik saat musim hujan, termasuk bagaimana mengenali tanda-tanda instalasi listrik yang tidak aman, langkah yang harus dilakukan saat terjadi korsleting, serta pentingnya menjaga jarak dari sumber listrik ketika terjadi genangan air atau banjir.
Manager PLN UP3 Bandung, Donna Sinatra, dalam keterangannya menyampaikan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama PLN, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda dan tenaga pendidik, memiliki pemahaman yang cukup terkait bahaya listrik, terlebih di tengah curah hujan tinggi yang berpotensi memicu risiko kelistrikan. Kesadaran dan kewaspadaan adalah kunci untuk mencegah terjadinya kecelakaan,” ujar Donna Sinatra.
Baca Juga: PLN UID Jabar Perkuat Kompetensi EV di SMKN 8 Bandung, Dari Teori Jadi Praktik Nyata
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan pentingnya kolaborasi antara PLN dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dari risiko kelistrikan.
“Keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya tanggung jawab PLN, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap masyarakat dapat lebih siap, tanggap, dan mengetahui tindakan yang tepat saat menghadapi kondisi darurat terkait listrik, terutama di tengah cuaca ekstrem,” ungkap Sugeng Widodo.
PLN berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, para siswa dan guru dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menerapkan serta menyebarluaskan informasi terkait keselamatan ketenagalistrikan.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan pemahaman bersama, diharapkan risiko kecelakaan akibat listrik, khususnya saat musim hujan dan potensi banjir, dapat diminimalisir.





