Update Korban Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Puluhan Korban Luka dan 15 Orang Meninggal Dunia

oleh -9 Dilihat
Detik-Detik Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Sejumlah Penumpang Terluka
Detik-Detik Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Sejumlah Penumpang Terluka

LIPUTAN BANDUNG – Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Bekasi Timur meninggalkan duka mendalam. Peristiwa yang terjadi pada Senin malam (27/4) tersebut menelan korban jiwa dan luka-luka dalam jumlah besar.

Data terbaru dari Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal dunia mencapai 15 orang. Korban tersebut saat ini telah dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk proses identifikasi dan penanganan lanjutan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan bahwa sebagian besar korban meninggal dunia berada di RS Polri Kramat Jati.

Baca Juga: KAI Luncurkan Kereta Api Sangkuriang Rute Bandung–Ketapang, Dorong Mobilitas dan Pariwisata Lintas Pulau Jawa

Selain itu, korban lainnya tersebar di beberapa fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi. Rumah sakit tersebut antara lain RSUD Bekasi, RSU Bella, serta RS Mitra Keluarga.

Tak hanya korban jiwa, peristiwa tersebut juga mengakibatkan puluhan orang mengalami luka-luka. Tercatat sebanyak 76 korban luka telah mendapatkan perawatan medis.

Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci tingkat luka yang dialami korban, baik luka ringan maupun luka berat.

Sementara itu, upaya identifikasi korban masih terus berlangsung di RS Polri Kramat Jati. Tim Disaster Victim Identification (DVI) bekerja secara intensif untuk memastikan identitas korban secara tepat.

Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono, mengungkapkan bahwa tujuh keluarga telah datang ke posko ante mortem untuk memberikan data terkait anggota keluarga yang hilang.

Baca Juga: Jalur KA Cibeber–Lampegan Terdampak Gogosan, Kereta Api Siliwangi Dibatalkan Demi Keselamatan Penumpang

Data tersebut sangat penting dalam proses pencocokan identitas korban. Informasi yang diberikan keluarga dapat membantu mempercepat proses identifikasi.

Sejak awal kejadian, RS Polri menerima sepuluh kantong jenazah. Seluruh jenazah tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dan masih dalam tahap pemeriksaan forensik.

Proses identifikasi dilakukan dengan metode rekonsiliasi data ante mortem dan post mortem. Tim forensik memastikan setiap data diperiksa secara teliti agar hasilnya akurat.

Prima juga menegaskan bahwa pihaknya masih membuka layanan bagi keluarga korban yang belum melapor.

Ia mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera datang ke posko ante mortem guna memberikan informasi yang diperlukan.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi sehingga keluarga korban dapat segera memperoleh kepastian terkait kondisi anggota keluarganya.

Peristiwa tabrakan ini menjadi perhatian luas masyarakat karena melibatkan moda transportasi publik yang digunakan ribuan orang setiap hari.

Penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan masih berlangsung. Aparat kepolisian dan instansi terkait berupaya mengungkap faktor yang memicu insiden tersebut.