Detik-Detik Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Sejumlah Penumpang Terluka

oleh -13 Dilihat
Detik-Detik Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Sejumlah Penumpang Terluka
Detik-Detik Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Sejumlah Penumpang Terluka

LIPUTAN BANDUNG – Kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam setelah Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan Kereta Rel Listrik (KRL) CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Insiden ini menyebabkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan harus segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur. Berdasarkan informasi awal, KRL CommuterLine yang melayani rute menuju Cikarang diketahui sedang berhenti di jalur 1 saat kejadian berlangsung. Tidak lama kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama hingga akhirnya menabrak bagian belakang rangkaian KRL.

Benturan keras mengakibatkan kerusakan cukup parah pada bagian belakang gerbong CommuterLine. Beberapa penumpang yang berada di dalam gerbong dilaporkan mengalami luka akibat benturan serta kondisi gerbong yang rusak.

Petugas pemadam kebakaran, tim penyelamat, dan tenaga medis langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi. Sejumlah korban terlihat dibawa menggunakan tandu menuju ambulans yang telah disiagakan di area parkir stasiun.

Baca Juga: MAKUKU Slim Luxury Silky Hadir dengan Sentuhan Sutra, Perlindungan Maksimal untuk Kulit Sensitif Bayi

Selain itu, aparat kepolisian turut hadir untuk mengamankan lokasi serta mengatur arus lalu lintas di sekitar area stasiun yang sempat dipadati warga dan kendaraan. Evakuasi penumpang menjadi prioritas utama dalam penanganan awal kecelakaan tersebut.

Salah satu penumpang yang selamat, Heri, mengungkapkan bahwa kondisi di dalam gerbong sempat panik sesaat setelah benturan terjadi. Ia menyebutkan bahwa bagian belakang rangkaian mengalami kerusakan berat sehingga seluruh penumpang segera diminta turun oleh petugas.

“Kami merasakan benturan keras. Bagian belakang hancur dan petugas langsung mengevakuasi kami keluar dari gerbong,” ujarnya di lokasi kejadian.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi fokus utama dalam penanganan darurat.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin,” kata Anne dalam keterangan resmi.

Proses evakuasi masih berlangsung hingga sekitar pukul 21.50 WIB. Beberapa penumpang dilaporkan mengalami luka ringan hingga luka serius, bahkan terdapat korban yang sempat tidak sadarkan diri akibat benturan keras.

Baca Juga: KAI Luncurkan Kereta Api Sangkuriang Rute Bandung–Ketapang, Dorong Mobilitas dan Pariwisata Lintas Pulau Jawa

PT KAI bersama KAI Commuter serta aparat kepolisian terus berkoordinasi untuk mempercepat proses penanganan di lokasi kejadian. Selain evakuasi korban, petugas juga melakukan pengamanan area serta penanganan rangkaian kereta yang terdampak.

Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung hingga Bekasi Timur sementara dinonaktifkan guna memastikan keselamatan selama proses evakuasi berlangsung.

Manager Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

“Kami berupaya maksimal agar operasional perjalanan kereta api dapat kembali normal secepatnya,” ujarnya.

Hingga saat ini, jumlah korban maupun total perjalanan kereta yang terdampak masih dalam proses pendataan lebih lanjut. PT KAI memastikan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat.