LIPUTAN BANDUNG – Genangan air masih terjadi di sejumlah wilayah Bandung Timur akibat hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Kota Bandung saat ini memfokuskan penanganan banjir di Kelurahan Rancabolang dan Kelurahan Derwati yang menjadi wilayah terdampak paling parah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat empat RW yang mengalami genangan cukup tinggi. Dua RW berada di wilayah Rancabolang dan dua lainnya berada di wilayah Derwati.
Menurut Farhan, lambatnya surut air disebabkan oleh tingginya debit Sungai Cisaranten yang belum kembali normal. Selain itu, banjir kiriman dari wilayah Sapan di Kabupaten Bandung juga turut memperparah kondisi di wilayah hilir.
Ia menegaskan bahwa situasi ini membuat upaya pemompaan air dari kawasan permukiman menjadi tidak optimal. Air yang dipompa keluar kembali tertahan karena kapasitas sungai yang sudah penuh.
“Air masih sulit surut karena sungai penuh dan banjir kiriman juga belum turun,” kata Farhan saat meninjau langsung lokasi terdampak.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Pemkot Bandung merancang pembangunan sistem saluran air baru yang menghubungkan kawasan Rancabolang menuju Sungai Cipamokolan. Rencana tersebut diharapkan dapat menjadi solusi permanen untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Selain pembangunan saluran air, Pemkot Bandung juga berencana membangun rumah pompa baru di kawasan tersebut. Saat ini, proses perencanaan masih berada pada tahap kajian teknis.
Baca Juga: Bandung Jadi Magnet Wisata Keluarga Saat Lebaran 2026, Mayoritas Pengunjung dari Jabodetabek
Tim teknis tengah mempertimbangkan penggunaan saluran tertutup berupa pipa atau saluran terbuka sebagai jalur aliran air. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan metode pembangunan yang paling efektif.
Farhan menuturkan bahwa perencanaan proyek tersebut akan diselesaikan dalam beberapa minggu ke depan. Ia berharap pembangunan bisa dipercepat melalui perubahan anggaran pada tahun 2026.
Di tengah upaya perencanaan jangka panjang, Pemkot Bandung juga terus melakukan penanganan darurat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendirikan dapur umum yang beroperasi setiap hari.
Dapur umum tersebut menjadi pusat distribusi makanan bagi warga terdampak banjir. Selain pemerintah, kegiatan ini juga melibatkan relawan dan masyarakat sekitar.
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa menjelaskan bahwa bantuan sembako terus disalurkan secara rutin kepada warga terdampak. Koordinasi antara pemerintah, aparat wilayah dan masyarakat berjalan dengan baik.
Ia menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak turut membantu kelancaran distribusi bantuan. Beberapa lembaga sosial dan perusahaan swasta juga turut menyumbangkan bantuan berupa bahan pokok.
Menurut Yorisa, ketersediaan bahan pangan bagi warga terdampak hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Hal tersebut berkat kolaborasi berbagai pihak yang peduli terhadap kondisi masyarakat.
Dengan berbagai langkah yang dilakukan, Pemkot Bandung optimistis penanganan banjir di wilayah Rancabolang dan Derwati dapat segera dituntaskan. Selain itu, pembangunan infrastruktur baru diharapkan mampu mencegah banjir berulang di masa depan.





